Merespons tekanan inlasi, Bank Sentral Filipina telah mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada pekan lalu. Menurut Balisacan, kebijakan moneter ketat tersebut sangat dibenarkan guna memastikan tingkat inflasi yang tinggi tidak berkepanjangan.
Meskipun laju inflasi tahunan Filipina sempat melandai ke 6,8 persen pada Mei lalu, angka tersebut nyatanya masih berada jauh di atas target batas aman yang ditetapkan bank sentral, yakni sebesar 3,0 persen.
Guna merumuskan langkah mitigasi, Balisacan menambahkan bahwa panel antar-lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas target fiskal dan ekonomi jangka menengah telah menggelar pertemuan intensif untuk meninjau ulang target-target makro tersebut. Hasil dari tinjauan dan penyesuaian kebijakan fiskal ini dijadwalkan akan segera dirilis dalam waktu dekat. (Reporter: Eugenia Siregar) (Wahyu Dwi Anggoro)