sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dilanda Krisis Energi dan Skandal Korupsi, Target Pertumbuhan Filipina Dipangkas Jadi 3,5 Persen

Economics editor Tim IDXChannel
28/06/2026 10:50 WIB
Pertumbuhan ekonomi Filipina pada 2026 diprediksi berjalan lebih lambat dari proyeksi sebelumnya.
Dilanda Krisis Energi dan Skandal Korupsi, Target Pertumbuhan Filipina Dipangkas Jadi 3,5 Persen. (Foto: Magnific)
Dilanda Krisis Energi dan Skandal Korupsi, Target Pertumbuhan Filipina Dipangkas Jadi 3,5 Persen. (Foto: Magnific)

Merespons tekanan inlasi,  Bank Sentral Filipina telah mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada pekan lalu. Menurut Balisacan, kebijakan moneter ketat tersebut sangat dibenarkan guna memastikan tingkat inflasi yang tinggi tidak berkepanjangan.

Meskipun laju inflasi tahunan Filipina sempat melandai ke 6,8 persen pada Mei lalu, angka tersebut nyatanya masih berada jauh di atas target batas aman yang ditetapkan bank sentral, yakni sebesar 3,0 persen.

Guna merumuskan langkah mitigasi, Balisacan menambahkan bahwa panel antar-lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas target fiskal dan ekonomi jangka menengah telah menggelar pertemuan intensif untuk meninjau ulang target-target makro tersebut. Hasil dari tinjauan dan penyesuaian kebijakan fiskal ini dijadwalkan akan segera dirilis dalam waktu dekat. (Reporter: Eugenia Siregar) (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement