AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Diminta Ikut Atasi Tekanan Inflasi, Ini Ancaman Jokowi Untuk Kepala Daerah

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 18 Agustus 2022 14:18 WIB
seluruh jajaran kepala daerah saat ini betul-betul diminta untuk dapat memerhatikan data inflasi dan seluruh komponen pembentuknya di lapangan.
Diminta Ikut Atasi Tekanan Inflasi, Ini Ancaman Jokowi Untuk Kepala Daerah (foto: MNC Media)
Diminta Ikut Atasi Tekanan Inflasi, Ini Ancaman Jokowi Untuk Kepala Daerah (foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menegaskan bahwa tekanan inflasi merupakan salah satu momok utama yang ditakuti oleh seluruh negara di dunia saat ini.

Karena itu, pria yang akrab disapa Jokowi itu meminta seluruh pihak tanpa terkecuali untuk turut mengambil peran dalam upaya menjaga lonjakan inflasi. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di pundak pemerintah pusat, melainkan juga seluruh jajaran pemerintah daerah.

"Seluruh kepala daerah, dari gubernur sampai bupati dan walikota, harus benar-benar memahami secara baik keadaan inflasi di daerahnya. Detil angka-angkanya harus tahu. Posisi inflasi (di daerah) saya di angka berapa. Nanti Saya ke daerah, (ketika) Saya tanya jangan sampai gelagapan, nggak ngerti posisi inflasi provinsinya di angka berapa," ujar Jokowi, dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 di Jakarta, Kamis(18/8/2022). 

Menurut Jokowi, pihaknya akan mengawasi betul untuk memantau daerah mana saja yang tingkat inflasinya sudah terlalu tinggi, masih dalam posisi normal dan juga yang berada di level rendah. Untuk posisi saat ini, dikatakan Jokowi, lima provinsi dengan tingkat inflasi di atas lima persen adalah Jambi, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Riau dan Aceh.

"Ini lima provinsi yang inflasinya di atas lima persen. Provinsi Jambi harus hati-hati karena (inflasinya) sudah berada di angka 8.55 persen. Lalu Sumatera Barat di angka 8,01 persen. Bangka Belitung 7,77 persen. Riau angkanya 7,04 persen dan Aceh di angka 6,97 persen," ungkap Jokowi.

Ditegaskan lagi oleh Jokowi, seluruh jajaran kepala daerah saat ini betul-betul diminta untuk dapat memerhatikan data inflasi dan seluruh komponen pembentuknya di lapangan. Jokowi berharap kondisi inflasi di setiap daerah dapat diselesaikan bersama-sama oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Tolong ini dilihat secara detil, yang menyebabkan (inflasi tinggi) ini apa, agar bisa kita selesaikan bersama-sama dan bisa turun lagi di bawah lima persen. Syukur bisa sampai di bawah tiga persen," tegas Jokowi. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD