AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Dipakai Lebih dari 1 Miliar Dosis, Pakar Imunisasi Klaim Vaksin AstraZeneca Aman

ECONOMICS
M Sukardi/Sindonews
Selasa, 18 Mei 2021 17:42 WIB
Saat vaksin AstraZeneca disetop sementara untuk batch CTMAV547, pakar imunisasi klaim vaksin tersebut aman.
MNC Media

IDXChannel--Vaksin AstraZeneca yang pemakaiannya disetop sementara untuk batch CTMAV547 memicu banyak kontroversi. 

Di sisi lain, Pakar Imunisasi dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc, menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca itu aman, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk divaksinasi.

"Lebih dari 1 miliar dosis vaksin AstraZeneca disuntikkan ke masyarakat dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menyatakan bahwa vaksin ini aman,' kata dr Jane dalam laman Sehat Negeriku, Selasa (18/5/2021).

Vaksin AstraZeneca sendiri merupakan salah satu dari vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah. Telah memperoleh Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari otoritas kesehatan di 70 negara di dunia, termasuk Indonesia.

WHO sendiri menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca aman dan efektif untuk melindungi orang dari risiko Covid-19 yang sangat serius, termasuk kematian, rawat inap, dan penyakit parah.  

Negara di Eropa seperti Inggris dan Italia melaporkan terjadinya penurunan angka kematian yang sangat signifikan pasca digencarkannya vaksinasi Covid-19, termasuk penggunaan vaksin AstraZeneca.
 
Di Italia sendiri, National Institute of Health (ISS) mengatakan pada 35 hari setelah dosis pertama, terdapat penurunan infeksi sebesar 80 persen, penurunan rawat inap sebesar 90 persen, dan penurunan kematian sebesar 95 persen.

Hasil penelitian di Inggris menunjukkan bahwa 21 hari pasca penyuntikan dosis tunggal vaksin AstraZeneca atau Pfizer-BioNTech, terjadi penurunan angka infeksi Covid-19 sampai 65 persen. Ini termasuk penurunan infeksi dengan gejala sampai 74 persen dan penurunan infeksi tanpa gejala yang dilaporkan sampai 57 persen.

Efek samping yang jarang terjadi setelah vaksinasi, seperti kebas dan pegal pada daerah penyuntikan, hingga demam tinggi sebaiknya dibandingkan dengan risiko kematian yang akan terjadi akibat penyakit Covid-19 serta potensi yang akan dihasilkan vaksin untuk mencegah infeksi dan mengurangi kematian akibat penyakit.

Dalam konteks ini perlu dicatat bahwa hingga saat ini, setidaknya 3,36 juta orang telah meninggal karena Covid-19 di seluruh dunia.

"Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar. Jadi, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu-ragu mengikuti program vaksinasi," jelas dr. Siti Nadia Tarmidzi, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD