AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Diprediksi Membaik di Triwulan II, KPBI Sebut IKE Jatim April 82,12 Persen

ECONOMICS
Lukman Hakim/Sindo
Selasa, 18 Mei 2021 18:19 WIB
Kinerja perekonomian Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan lebih baik di triwulan II 20211.
MNC Media

IDXChannel- Kinerja perekonomian Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan lebih baik di triwulan II 20211. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jatim, Difi A Johansyah yang mengungkapkan, sejalan dengan perbaikan ekonomi nasional, perbaikan ekonomi Jatim terus berlanjut. 

“Jika dibanding dengan provinsi lain di Pulau Jawa, kinerja perekonomian Jatim masih lebih baik. Rata-rata provinsi di Pulau Jawa masih minus 0,83%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional tercatat minus 0,74%,” kata Difi, Selasa (18/5/2021).

Difi menjelaskan, Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) – Survei Konsumen KPBI Jatim pada April 2021 tercatat sebesar 82,12, naik dibandingkan triwulan I 2021 yang sebesar 59,76. Dalam tiga bulan kedepan, konsumsi masyarakat diperkirakan berada dalam tren peningkatan. Ini terindikasi dari kenaikan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 107,45 pada triwulan I 2021 menjadi 128,28 pada April 2021. 

“Konsumsi RT (rumah tangga) di Jatim terindikasi mengalami peningkatan,” jelasnya.
Mobilitas masyarakat Jatim ke pusat perbelanjaan dan rekreasi, lanjut dia, juga menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan I 2021. Mobilitas warga ke pusat grosir dan farmasi juga meningkat dibandingkan triwulan I 2021. 

“Kebijakan diskon PPnBM (Penghapusan Pajak Penjualan atas Barang Mewah) dan pelonggaran LTV (loan to value) DP 0% diperkirakan turut mendorong laju peningkatan konsumsi masyarakat,” imbuhnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD