AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Diskon Pajak Mobil Diperpanjang, DJP: Kita Bukan Pro Orang Kaya

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Senin, 14 Juni 2021 17:55 WIB
Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian diskon 100% Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil 1500 cc.
Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian diskon 100% Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil 1500 cc. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah  memutuskan untuk  memperpanjang pemberian diskon 100% Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil 1500 cc. Keputusan itu membuat banyak yang berpandangan bahwa pemerintah lebih pro kepada masyarakat kelas atas. Hal ini dikarenakan pemerintah malah mengusulkan untuk penerapan pajak pada sembako.


Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Neilmaldrin Noor, menekankan pemerintah tidak ingin menguntungkan orang kaya. Namun, kebijakan ini semata untuk memulihkan ekonomi Indonesia yang masih berada di zona negatif.

"Jadi bukan masalah kaya miskin, kelas atas kelas bawah. Ini adalah fokus pemulihan ekonomi yang kita perhitungkan secara hati-hati," ujar Neilmaldrin dalam video virtual, Senin (14/6/2021).


Dia mengatakan, pembelian mobil baru adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Namun hal itu bukan serta merta memberikan relaksasi pajak kepada mereka yang mampu.


"Fasilitas PPnBM jangan dilihat siapa yang beli, tapi pertimbangannya itu diberikannya kenapa. Kami punya data golongan tertentu di masyarakat itu masih save uangnya, tidak membelanjakan, ini berdampak pada produsen sektor-sektor tertentu (otomotif)," katanya.


Dia menambahkan, kebijakan PPnBM diberikan karena banyak masyarakat kelas atas yang enggan membelanjakan uangnya. Malah, orang kaya  cenderung mempertebal dompet dengan menaruh uang di bank.

Hal ini menyebabkan uang tidak berputar, sehingga berdampak pada produsen mobil maupun industri otomotif lainnya. "Ini akan berdampak pada produsen sektor-sektor tertentu. Salah satu sektor produsen tertentu yang proporsi sektor penunjangnya besar itu adalah industri otomotif," tandasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD