AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Ditunjuk Jadi Komut IBC, Ini Perjalanan Karier Agus Tjahajana

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Minggu, 13 Juni 2021 17:00 WIB
Sebelum di IBC, Agus Tjahajana menjadi Komut Inalum.
Sebelum di IBC, Agus Tjahajana menjadi Komut Inalum. (Foto: Inalum.id)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menetapkan, Agus Tjahajana Wirakusumah sebagai komisaris utama (komut) Indonesia Battery Corporation (IBC) atau Indonesia Battery Holding (IBH). Penetapan Agus diharapkan mampu mengakselerasi industri kendaraan listrik di Indonesia. 

"Pak Agus, Komut Inalum sudah menjadi Komisaris Utama di perusahaan IBC Holdingnya EV Battery ke depan. Jadi, Pak Agus memang diminta fokus untuk memberdayakan dan mempercepat EV Battery di Indonesia," ujar Arya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (13/6/2021).

IBC adalah konsorsium empat BUMN sektor pertambangan dan energi yang nantinya mengembangkan Electric Vehicle (EV) Battery atau industri kendaraan listrik di Indonesia.

Keempat perusahaan pelat merah itu adalah Holding Industri Pertambangan (MIND ID) atau Inalum, PT ANTAM Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), dengan komposisi saham sebesar masing-masing 25 persen. 

Lantas siapa sosok Agus Tjahajana Wirakusumah? Sehingga pemegang saham menaruh harapan besar bahwa ditangannya percepatan pembangunan industri kendaraan listrik bisa dilakukan. MNC Portal Indonesia pun merangkum profil singkat dan perjalanan Agus dalam di dunia bisnis Indonesia. 

Sebelum diangkat menjadi Komut IBC, Agus ditunjuk sebagai Komut Inalum. Penunjukan itu melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 26 Desember 2017 lalu.

Saat itu, kehadiran dirinya di Inalum diharapkan bisa memperkuat hilirisasi industri pertambangan dan eksplorasi untuk mendapatkan cadangan baru, tujuan itu sekaligus menjadi dasar dibentuknya Holding BUMN Pertambangan.

Agus juga tercatat pernah menjabat di berbagai perusahaan BUMN. Misalnya, komisaris di PT Semen Baturaja (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda (Persero), PT Krakatau Steel (Persero), Komisaris PT Pupuk Kujang (Persero), PT Semen Gresik (Persero) Tbk, PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Rekayasa Industri (Persero), hingga komisaris independen di Astra Group. 

Agus juga berpengalaman berkarier di Kementerian Perindustrian sejak 1983 hingga 2015 dengan menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka. 

Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengusahaan Pulau Batam (2016-2017), Direktur Jenderal Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (2010-2015), Direktur Jenderal Industri dan Dagang Kecil Menengah Departemen Perindustrian dan Perdagangan (2002-2004) dan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka Departemen Perindustrian dan Perdagangan (1998-2002). 

Untuk riwayat pendidikan, dia berhasil meraih Gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1979 dan 

Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) pada 1988. Dia kemudian mengambil Master of Science dari University of Florida pada tahun 1991. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD