AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

DKI Gelar PTM 100 Persen, Durasi Maksimal 6 Jam 

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta Barus
Jum'at, 01 April 2022 13:08 WIB
Pemprov DKI Jakarta memutuskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dapat dilakukan, namun dengan batas pembelajaran di sekolah maksimal 6 jam.
DKI Gelar PTM 100 Persen, Durasi Maksimal 6 Jam  (FOTO: MNC Media)
DKI Gelar PTM 100 Persen, Durasi Maksimal 6 Jam  (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dapat dilakukan, namun dengan batas pembelajaran di sekolah maksimal 6 jam.

"Informasi dari bidang sekolahan hari ini (1 April 2022) sudah mulai. Sudah mulai hari ini, kan kita sudah bersepakat dengan regulasi yang ada, perguruan tinggi, dari Paud, SD, SMK, sudah menerapkan secara menyeluruh. Namun pembelajarannya dibatasi maksimal 6 jam," ujar Taga Radjagah, Jumat (1/4/2022).

Taga Radjagah juga mengungkapkan ada perubahan jam belajar selama bulan Ramadhan.

"Ada perubahan jam belajar, berbeda jam belajarnya saat di bulan puasa dan sebelum," tambah Taga Radjagah.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radjagah menyebutkan pelaksanaan PTM 100 persen di mulai pada 1 April 2022 untuk seluruh tingkatan pendidikan di DKI Jakarta.

"Iya begini, kalau kebijakan Dinas kemarin hasil rapat pimpinan, kita waktu menurunkan PTM dari 100 jadi 50 persen dasarnya kan dari SKB 4 menteri dan surat edaran dari Kemendikbudristek," ujar Taga Radjagah, Jumat (1/4/2022).

Ia menyebutkan berdasarkan SE Kemendikbud Ristek Nomor 3 Tahun 2022 sesungguhnya secara regulasi boleh saja Pemprov DKI Jakarta langsung menerapkan PTM 100 persen. 

"Mungkin Wagub sama pak Iman Komisi E melihatnya 1 April 2022. Kalau kita pertimbangannya regulasi. Jadi secara regulasi sudah bisa diterapkan (SE Kemendikbudristek 3/2022)," jelas Taga Radjagah.

Alasan kedua, dikatakannya adalah kondisi pandemi Covid-19 di DKI Jakarta yang semakin membaik dimana kasus Covid-19 semakin melandai.

"Kondisi DKI pandeminya melandai, artinya temuan-temuan kasus sudah mulai sangat jauh berkurang, gitu dibanding dengan dulu saat omicron naik," tambah Taga Radjagah.

Selain itu kata dia, kondisi sarana prasarana di sekolah juga sudah siap untuk melaksanakan PTM 100 persen.

"Karena kan persiapan sudah dilaksanakan jauh-jauh hari, sehingga toh kalau dilaksanakan PTM 100 persen tinggal jalan sesuai protokol kesehatan Covid-19," tutup Taga Radjagah. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD