"Dalam aspek enablers apakah itu perizinan pembebasan lahan dan juga keandalan sistem kelistrikan dan suplai gas yang disuplai oleh pihak eksternal kami itu juga kami sangat membutuhkan dukungan," katanya.
Awang melaporkan, saat ini perseroan tengah melakukan eksplorasi minyak nonkonvensional di wilayah Riau melalui pemboran dua hingga tiga sumur. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 16 sumur eksplorasi konvensional di sejumlah wilayah kerja.
"Itu secara garis besar program-program rencana kerja kita di tahun 2026 ini, untuk mencapai target yang kita canangkan," ujarnya.
Di sektor pengembangan, PHE menjalankan berbagai proyek greenfield development seperti Akasia Prima, Manpatu, OX, dan Sisinubi, serta pengembangan lapangan-lapangan migas utama yang produksinya mulai menurun akibat usia lapangan yang semakin tua.
Perseroan juga tengah melakukan evaluasi ulang data seismik dan subsurface untuk mencari potensi cadangan baru. Dari langkah tersebut, perusahaan mengklaim berhasil menemukan sejumlah pengembangan lapangan yang prospektif.