Lebih lanjut, Willem mengatakan bahwa lonjakan harga tiket pesawat tersebut akan semakin tinggi memasuki musim libur lebaran atau Natal dan Tahun Baru 2023.
“Ini sangat mencekik rakyat Papua dan ini ini memberikan pengaruh besar terhadap berapapun uang yang dikirim ke tanah Papua, nilainya akan selalu berkurang," katanya.
Willem menilai Kemenhub sebagai operator tidak dapat tidak bekerja dengan maksimal terkait dengan pengontrolan harga tiket tersebut.
"Soal harga tiket pesawat ini saya tidak tahu apakah ini ditentukan oleh seluruh maskapai atau memang ada kerja sama dengan Kementerian Perhubungan. Dan Ini dipengaruhi oleh kebijakan yang memang tidak perbah dikontrol dengan baik. Terjadi pembiaran yang luar biasa," tutup Williem. (RRD)