sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

DPR: Harga Tiket Jakarta-Papua Rp20 Juta, Lebih Mahal Dibanding ke Eropa

Economics editor Heri Purnomo
31/01/2023 21:23 WIB
DPR mengkritik tingginya harga tiket pesawat Jakarta-Papua yang mencapai Rp20 juta, tiket ini jauh lebih mahal dibanding tiket ke Eropa.
DPR: Harga Tiket Jakarta-Papua Rp20 Juta, Lebih Mahal Dibanding ke Eropa (FOTO: MNC Media)
DPR: Harga Tiket Jakarta-Papua Rp20 Juta, Lebih Mahal Dibanding ke Eropa (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengkritik tingginya harga tiket pesawat Jakarta-Papua yang mencapai Rp20 juta, tiket ini jauh lebih mahal dibanding tiket dari Indonesia ke Eropa.

"Terus terang saja harga tiket untuk Jakarta–Jayapura atau Timikan dan hampir seluruh Papua itu melampaui harga tiket dari sini (Indonesia) ke Eropa," kata Willem dalam RDP dengan Dirjen Perhubungan Udara dnan Dirjen Perhubungan Laut, Selasa (31/1/2023). 

Willem menyebutkan, harga tiket pesawat dari Indonesia ke Eropa hanya berkisar Rp15 juta, sedangkan untuk penerbangan pesawat dari Jakarta ke Papua bisa mencapai lebih dari Rp20 juta. 

Dia menilai bahwa tingginya harga tiket pesawat tersebut merupakan salah satu hal yang menyebabkan tingginya cost dan naiknya inflasi di tanah Papua. 

"Bahkan kami dari Jayapura mau terbang ke mana-mana harus dengan harga yang mahal. sehingga semakin tingginya harga tiket pesawat dari Jakarta ke Papua  mempengaruhi harga barang di Papua," katanya.

Lebih lanjut, Willem mengatakan bahwa lonjakan harga tiket pesawat tersebut akan semakin tinggi memasuki musim libur lebaran atau Natal dan Tahun Baru 2023.

“Ini sangat mencekik rakyat Papua dan ini ini memberikan pengaruh besar terhadap berapapun uang yang dikirim ke tanah Papua, nilainya akan selalu berkurang," katanya. 

Willem menilai Kemenhub sebagai operator tidak dapat tidak bekerja dengan maksimal terkait dengan pengontrolan harga tiket tersebut. 

"Soal harga tiket pesawat ini saya tidak tahu apakah ini ditentukan oleh seluruh maskapai atau memang ada kerja sama dengan Kementerian Perhubungan. Dan Ini dipengaruhi oleh kebijakan yang memang tidak perbah dikontrol dengan baik. Terjadi pembiaran yang luar biasa," tutup Williem. (RRD)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement