AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Dua Jenis Obat Terapi Covid Ini Belum Bisa Diproduksi RI

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 29 Juli 2021 20:51 WIB
Ada dua jenis obat lainnya untuk terapi covid yang seluruhnya harus didatangkan dari luar negeri.
Dua Jenis Obat Terapi Covid Ini Belum Bisa Diproduksi RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Selain 90 persen bahan baku obat terapi covid-19 mengandalkan impor, ada dua jenis obat lainnya untuk terapi covid yang seluruhnya harus didatangkan dari luar negeri.

Menteri BUMN, Erick Thohir mencatat, ada sejumlah jenis obat anti parasit yang belum bisa diproduksi Holding BUMN Farmasi. Obat yang dimaksud dua diantaranya Actemra dan Gamaras. 

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri, kedua jenis obat terapi tersebut tetap di impor pemerintah. 

"Jadi memang, ada juga obat-obatan yang tentu belum bisa kita buat hari ini. Yang tentu mereknya ada Actemra, gamaras. Itu kita belum bisa, itu masih full impor," ujar Erick Thohir, Kamis (29/7/2021). 

Meski ketersediaan obat-obatan yang digunakan untuk terapi pasien Covid-19 cukup terpenuhi, di sisi produksi masih terkendala. Meski begitu, Erick enggan membeberkan kendala yang dimaksudkan. 

"Ini tentu menjadi kendala, tapi kembali, kuncinya gotong royong lah. Pada hari ini rakyat susah dan kita harus turun," katanya. 

Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan hingga September 2021 mendatang. Obat-obatan terapi tersebut disediakan di apotek yang dikelola BUMN Farmasi. 

Adapun obat yang tersedia adalah Azitromisin diperkirakan mencapai hingga 13 juta, Zinc hampir 15 juta, Paracetamol 30 juta, Vitamin C 77 juta, Ambroxol 26 juta, Vitamin D3 sebanyak 20 juta, Oseltamivir 32 juta, dan Favipiravir 83 juta.

Sementara, obat-obatan sudah disiapkan hingga 31 Juli tahun ini berupa Azitromisin sebanyak 980.000, Zinc sebanyak 1,2 juta, Paracetamol 2,3 juta, Vitamin C 7,6 juta, Vitamin D 1,6 juta, Oseltamivir 7,7 juta, Favipiravir 4 juta, dan Avico 1,5 juta.

Untuk target produksi, kata Erick, PT Indofarma Tbk, akan memproduksi Oseltamivir sebanyak 18,4 juta butir per bulan, Favipiravir 52 juta tablet per bulan.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD