AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Dukung Operasi Smelter, PLN Akan Salurkan Listrik 385 Mega VA ke KI SIIP

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Kamis, 25 November 2021 20:12 WIB
PT PLN (Persero) akan memenuhi permintaan pasokan listrik dari PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO) dan Kawasan Industri Sebuku Indonesia Industrial Park.
Dukung Operasi Smelter, PLN Akan Salurkan Listrik 385 Mega VA ke KI SIIP. (Foto: MNC Media)
Dukung Operasi Smelter, PLN Akan Salurkan Listrik 385 Mega VA ke KI SIIP. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan hilirisasi mineral di Tanah Air, PT PLN (Persero) akan memenuhi permintaan pasokan listrik dari PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO) dan Kawasan Industri Sebuku Indonesia Industrial Park (KI SIIP) sebesar 385 Mega Volt Ampere (MVA).

Komitmen penyediaan pasokan listrik ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) sebesar 75 MVA untuk pengoperasian smelter milik PT SILO dan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) penyediaan listrik ke Kawasan Industri Sebuku Indonesia Industrial Park sebesar 310 MVA.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, listrik telah menjadi kebutuhan dasar, termasuk untuk mendukung kegiatan bisnis dan industri. PLN pun berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik dari pelanggan kecil sampai besar seperti industri, dengan menyediakan pasokan listrik yang handal (reliability), berkualitas (quality) dan harga yang kompetitif (price).

"Kami berharap kerja sama ini bisa mendukung pengoperasian smelter dan kawasan industri yang dikelola SILO Group sehingga bisa mendorong perekonomian dan berkontribusi dalam mencetak lapangan kerja di daerah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Menurut Bob, PLN telah menyediakan pasokan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Dengan tersedianya pasokan listrik maka investor pun akan datang sehingga dapat menggerakkan perekonomian.

"Kita sudah menyediakan pembangunan pembangkitan 10.000 MW tahap satu dan tahap dua. Kemudian pemerintahan selanjutnya Presiden Jokowi ada 35.000 MW harapannya dapat menjadi penggerak ekonomi, sehingga datang ke Indonesia investor tidak sulit lagi ada infrastrukturnya," jelas Bob.

PLN di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah memiliki cadangan daya mencapai 664 MW, sehingga permintaan pasokan listrik untuk smelter PT SILO dan KI SIIP dapat terpenuhi. 

"Sistem kelistrikan Barito yang ada di Kalselteng saat ini sudah terinterkoneksi dengan sistem kelistrikan Mahakam di Kaltim sehingga makin andal dengan cadangan daya sebesar 664 MW, sehingga kami sangat siap untuk mendukung perkembangan dunia usaha termasuk industri," papar Bob.

Bob menjelaskan, penyediaan energi listrik sebesar 75 MVA untuk kebutuhan PT SILO yang bergerak di bidang industri biji besi ini dibagi kedalam 3 tahap yaitu dari 30 MVA pada April 2022, meningkat menjadi 45 MVA pada Juni 2022 dan terakhir bertambah menjadi 75 MVA pada Februari 2023.

Dengan tersediaannya tenaga listrik sebesar 75 MVA pada Februari 2023, PLN mendukung keberlangsungan industri pertambangan mineral atas pembangunan dan operasional smelter di Kalimantan Selatan. Pasalnya, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) menetapkan ekspor produk mineral yang belum dimurnikan di dalam negeri akan ditutup pada Juni tahun 2023. Jika smelter belum beroperasi hingga juni 2023 maka para pengusaha tidak bisa melakukan ekspor produk mineral logam tertentu yang belum dimurnikan ke luar negeri.

Direktur Utama PT SILO Effendy Tios menyampaikan apresiasi yang luar biasa terhadap Langkah berani PLN untuk mendukung penuh pengembangan industri dalam negeri melalui hilirisasi mineral. Dengan ditambahnya pasokan listrik ke smelter PT SILO menjadi 75 MVA dari PLN sangat mendukung terealisasinya industri smelter dan leaching di Pulau Sebuku.

"Sesuatu yang luar biasa dilakukan oleh PLN karena dapat mendukung pengembangan industri dalam negeri melalui tambang mineral" tutur Effendy

Dia menambahkan, sebelum mendapat pasokan listrik PLN, PT SILO menggunakan Genset untuk melistriki fasilitas produksi bajanya, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan genset jauh lebih mahal ketimbang membeli listrik dari PLN.

"Kami pakai genset 15 MW, pakai bahan bakarnya solar biayanya kan 1 banding 3, kalau harga listrik dari PLN sekitar Rp1.200, kita Rp3.600, apalagi solar harganya sekarang lebih tinggi bisa Rp4.000. Kalau kita pakai solar bukan cari untung tapi cari rugi," papar dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD