“Menteri-menteri kan ngajuin terus berapa puluh triliun. Itu kami batasin, kami potong, kalau yang lain kami akan sesuaikan,” ujarnya.
Purbaya menjamin bahwa kebijakan efisiensi ini telah diperhitungkan secara matang agar tidak menimbulkan efek kejut bagi pertumbuhan ekonomi. Ia berjanji akan memantau kondisi likuiditas pasar secara berkala untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.
“Tapi enggak akan sampai berefek ke perekonomian, dan kami pastikan juga likuiditas terjaga baik. Itu saya monitor mungkin harian,” ujarnya.
Mengenai wacana pemotongan 10 persen, Purbaya mengakui bahwa proses negosiasi dengan K/L masih berlangsung alot. Alih-alih menyetujui efisiensi, banyak instansi yang justru merespons dengan mengajukan tambahan dana.
"Kalau kami usulin, mereka ngajuin 10 persen (efisiensi). Tapi kalau saya tawarin ke mereka (efisiensi 10 persen), mereka bukan potong malah nambah terus. Kalau mereka bilang potong, mungkin nanti mereka sesuaikan. Tapi berapa persen, lagi kami diskusikan,” tutur Purbaya.
(Febrina Ratna Iskana)