AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Ekonom Penerima Penghargaan AJI, Ini Profil Lin Che Wei, Tersangka Baru Kasus Korupsi Migor

ECONOMICS
Taufan Sukma/IDX Channel
Selasa, 17 Mei 2022 23:24 WIB
Hal ini membuatnya mendapatkan penghargaan Tasrif Award dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Ekonom Penerima Penghargaan AJI, Ini Profil Lin Che Wei, Tersangka Baru Kasus Korupsi Migor (foto: MNC Media)
Ekonom Penerima Penghargaan AJI, Ini Profil Lin Che Wei, Tersangka Baru Kasus Korupsi Migor (foto: MNC Media)

IDXChannel - Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja menetapkan Lin Che Wei (LCW) alias Weibinanto Halimdjati (WH) sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pemberian izin ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), pada Selasa (17/5/2022).

Guna mempermudah proses penyidikan, pria 53 tahun ini langsung diamankan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dalam 20 mendatang. Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana, peran Che Wei dalam kasus ini adalah bekerjasama dengan tersangka sebelumnya, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan nonaktif, Indrasari Wisnu Wardhana (IWW) untuk mengkondisikan pemberian izin persetujuan ekspor di beberapa perusahaan.

Lalu, publik pun bertanya-tanya, siapa sebenernya sosok Che Wei ini, sehingga bahkan mampu mengkondisikan pemberian izin ekspor dari pemerintah untuk para pengusaha?

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Che Wei diketahui sempat diperiksa sebagai penasihat kebijakan/analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia. Selama ini, Che Wei juga cukup dikenal sebagai salah satu ekonom andal di Indonesia.

Memulai karier sebagai analis keuangan di beberapa perusahaan asing, seperti Deutsche Bank Group dan Société Générale, sosok Che Wei sempat mencuri perhatian lantaran menyampaikan sejumlah analisis yang membongkar skandal yang terjadi di Bank Lippo. Hal ini membuatnya mendapatkan penghargaan Tasrif Award dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Pada periode 2005 hingga 2007, Che Wei tercatat sebagai Presiden Direktur Danareksa, sebelum kemudian mendirikan perusahaan risetnya sendiri, PT Independent Research Advisory Indonesia, yang berfokus pada analisis kebijakan dan industri.

Di lain pihak, posisinya yang sempat berada di pucuk pimpinan Danareksa membuatnya mulai dekat dengan lingkar pemerintahan, dengan dipercaya sebagai panelis pada debat Calon Presiden tahun 2003 lalu. Che Wei juga turut dilibatkan dalam perundingan antara Pemerintah Indonesia dengan Exxon dalam penyelesaian ladang minyak di Cepu, yang berhasil terselesaikan pada tahun 2006.

Tak hanya itu, Che Wei juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus (Stafsus) untuk dua menteri, yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Sugiharto dan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie. Sementara penggantinya, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, mempercayai CHe Wei untuk masuk dalam Tim Asistensinya.

Selanjutnya, Sofyan juga menunjuk Che Wei sebagai Policy Advisor Menteri PPN/Bappenas dan Menteri ATR/BPN periode 2016-2019. Jabatan Policy Advisor juga didapat Che Wei dari Menko Perekonomian Darmin Nasution pada periode 2014-2019.

Dengan posisinya sebagai Policy Advisor Kemenko Perekonomian, Che Wei terlibat langsung dalam penyusunan formulasi kebijakan, seperti Pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan pembentukan Industri Biodiesel berbasis Kelapa Sawit, Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (2017), Studi dan Formulasi Kebijakan Pemerataan Ekonomi (2017-2019) hingga Verifikasi Luas Lahan Kelapa Sawit di Provinsi Riau (bekerja sama dengan Dirjen Perkebunan dan PTPN V.

Dengan luasnya tanggung jawab sekaligus perannya tersebut, tak heran kemudian Che Wei memiliki akses sekaligus kesempatan untuk secara koruptif melakukan pengkondisian terhadap proses pemberian izin persetujuan ekspor kepada perusahaan-perusahaan yang 'menitipkan' kepentingan kepadanya. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD