sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonom Soroti Efek Domino Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI

Economics editor Rohman Wibowo
28/07/2026 11:43 WIB
Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada Senin (27/7/2026) dikhawatirkan memicu dampak turunan bagi perekonomian nasional.
Ekonom Soroti Efek Domino Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI. Foto: iNews Media Group.
Ekonom Soroti Efek Domino Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI. Foto: iNews Media Group.

"Pelemahan rupiah yang berkepanjangan dapat memperbesar inflasi barang impor dan mengurangi efektivitas kebijakan pengendalian harga pangan maupun energi," kata Achmad dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).

Selain nilai tukar, transmisi dampak juga bergerak melalui jalur suku bunga. Sebelum pengunduran diri Perry, BI telah menaikkan BI-Rate dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen dalam kurun waktu dua bulan. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21–22 Juli 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, Deposit Facility 4,75 persen, dan Lending Facility 6,50 persen.

Pengetatan suku bunga ini dinilai Achmad berpotensi mengerek suku bunga kredit modal kerja, investasi, kendaraan, hingga konsumsi. Akibatnya, UMKM mengalami penurunan kemampuan dalam membeli bahan baku, menambah mesin, atau merekrut tenaga kerja, sementara industri padat karya bermargin tipis berisiko menunda ekspansi hingga melakukan efisiensi pekerja.

Transmisi risiko dari pasar keuangan juga merembet ke sektor perbankan melalui potensi kenaikan suku bunga kredit. Tingginya beban pembiayaan tersebut mengancam daya tahan pelaku usaha mikro serta laju penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

"Stabilitas moneter memang penting, tetapi stabilitas yang terlambat dipulihkan dapat dibayar dengan perlambatan sektor riil," kata Achmad.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement