sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonom UOB Sarankan Perkuat Manufaktur untuk Topang Konsumsi Rumah Tangga

Economics editor Yanto Kusdiantono
12/08/2026 19:16 WIB
Sektor manufaktur juga bisa menjadi andalan pertumbuhan ekonomi jika mendapatkan insentif fiskal yang tepat dan memberikan efek berganda atau multiplier effect.
Ekonom UOB Sarankan Perkuat Manufaktur untuk Topang Konsumsi Rumah Tangga. Foto: iNews Media Group.
Ekonom UOB Sarankan Perkuat Manufaktur untuk Topang Konsumsi Rumah Tangga. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - ASEAN Economist United Overseas Bank (UOB) Enrico Tanuwidjaja, mengapresiasi kinerja ekonomi kuartal I dan II tahun ini yang dinilainya cukup kuat dengan konsisten tumbuh di atas 5 persen. Kendati demikian, dia memberikan catatan bahwa dari sisi pengeluaran, pertumbuhan di sektor konsumsi rumah tangga masih jauh lebih rendah dibanding konsumsi pemerintah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi rumah tangga pada kuartal II hanya tumbuh 5,05 persen, sementara konsumsi pemerintah tumbuh 15,97 persen. Adapun dari sisi ekspor hanya tumbuh 4,13 persen dan impor tumbuh 8,82 persen. Sedangkan konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 6,93 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen.

"Kenaikan konsumsi pemerintah ini menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal 2. Tetapi konsumsi rumah tangga belum menjadi pendorong yang kuat. Kita harus membangkitkan kepercayaan konsumen dengan mendorong sektor manufaktur agar konsumsi rumah tangga semakin kuat," kata Enrico dalam acara Media Editor Circle 2026 di Jakarta Rabu (12/8/2026).

Menurut Enrico, sangat penting mengembangkan industri manufaktur karena sektor ini bisa menciptakan lapangan kerja baru dan berkelanjutan yang pada akhirnya mendorong konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.

Dia juga menambahkan, sektor manufaktur juga bisa menjadi andalan pertumbuhan ekonomi jika mendapatkan insentif fiskal yang tepat dan memberikan efek berganda atau multiplier effect.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement