AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Ekonomi Digital Berpotensi Capai Rp1.700 T, Wapres: Jangan Sekadar Jadi Konsumen

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Kamis, 27 Januari 2022 14:08 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin menyebut potensi ekonomi digital di Indonesia bisa mencapai Rp1.700 triliun.
Ekonomi Digital Berpotensi Capai Rp1.700 T, Wapres: Jangan Sekadar Jadi Konsumen. (Foto: MNC Media)
Ekonomi Digital Berpotensi Capai Rp1.700 T, Wapres: Jangan Sekadar Jadi Konsumen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin menyebut potensi ekonomi digital di Indonesia bisa mencapai Rp1.700 triliun. Untuk itu, tokoh NU tersebut meminta masyarakat untuk tidak sekadar menjadi konsumen saja.

“Ekonomi digital Indonesia diprediksi  akan menjadi yg terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp1.700 triliun,” katanya saat mencanangkan Ekosistem Global Halal Hub (GHH) sebagai Gerakan Nasional Sinergitas Menuju Indonesia Pusat Produsen Produk Halal Dunia 2024, Kamis (27/1/2022).

Dia mengatakan dengan potensi ekonomi digital yang sangat besar tersebut jangan sampai masyarakat hanya menjadi konsumen. Menurutnya masyarakat harus menjadi produsen untuk menikmati besarnya potensi ekonomi digital Indonesia.

“Kita tidak ingin masy Indonesia sekedar menjadi konsumen. Tapi harus mampu menjadi produsen yang turut menikmati buah dari perkembangan ekonomi digital,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa saat ini perkembangan konektivitas digital juga semakin membukakan peluang bagi pelaku UMKM. Utamanya untuk mempromosikan produk-produknya pada etalase digital seperti marketplace maupun media sosial.

“Peluang-peluang ini harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja ekspor produk UMKM. Seperti melalui digitalisasi pengelolaan dan pemasaran produk halal hingga mampu menembus persaingan pasar global,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD