IDXChannel - Bank Indonesia (BI) menilai kondisi ekonomi domestik Indonesia masih cukup kuat, ditopang oleh perputaran uang, pertumbuhan kredit serta kebijakan moneter yang akomodatif.
Kondisi ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa memicu tekanan inflasi. Di mana inflasi diperkirakan tetap terkendali di sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Dorongan pertumbuhan ekonomi ke depan ini tidak akan mendorong inflasi," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam acara Starting Year Forum 2026, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Destry menjelaskan, indikator sistem pembayaran menunjukkan tingginya velocity of money, yang menandakan aktivitas transaksi dan perputaran uang tetap berjalan.
Selain itu, perbaikan pada sisi intermediasi perbankan mulai terlihat. Di mana kredit per Desember 2025 tercatat tumbuh 9,6 persen, dengan porsi terbesar berasal dari kredit investasi.