"Manufaktur (9,1 persen) dan konstruksi (7,2 persen) di sektor sekunder telah mencatat tingkat pertumbuhan di atas 7,0 persen," kata kementerian tersebut.
"Jasa keuangan, real estat, dan profesional (10,2 persen) di sektor tersier telah mempertahankan tingkat pertumbuhan yang substansial," katanya.
Sementara itu, PDB riil mencatat tingkat pertumbuhan 8,0 persen pada April-September 2025, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan 6,1 persen pada periode yang sama di tahun fiskal sebelumnya. (Wahyu Dwi Anggoro)