AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh hingga 8 Persen pada Kuartal II 2021

ECONOMICS
Okezone
Kamis, 08 April 2021 14:40 WIB
Ekonomi Indonesia untuk kuartal I tahun ini masih akan berada dalam zona kontraksi yaitu di sekitar minus 1,1% hingga minus 0,1%.
Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh hingga 8 Persen pada Kuartal II 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kepala Pusat Kebijakan Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Hidayat Amir memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh sekitar 7% sampai 8% pada kuartal II tahun ini karena adanya akselerasi pemulihan. 

Kuartal II kami yakin kalau ritme dan tren perbaikan COVID-19 terus berlanjut maka pemulihan bisa diakselerasi ke pertumbuhan 7% sampai 8%,” katanya dalam webinar Indonesia Macroeconomic Update 2021 di Jakarta, Kamis (8/4/2021). 

Dilansir dari Antara, proyeksi pertumbuhan di level tersebut masih realistis mengingat Indonesia memiliki dasar yang rendah pada kuartal II tahun lalu yakni minus 5,3%. 

Tak hanya itu, berbagai indikator pertumbuhan ekonomi juga terlihat mulai mengalami peningkatan setelah tertekan dampak pandemi yang luar biasa pada tahun lalu seperti penjualan semen dan kendaraan bermotor. 

“Mudah-mudahan beberapa indikator yang muncul seperti penjualan semen dan kendaraan bermotor bisa menjadi leading indikator,” ujarnya. 

Dia memastikan pihaknya akan terus memantau berbagai perkembangan yang terjadi pada indikator perekonomian tersebut sekaligus mengakselerasi upaya penanganan COVID-19. 

Di sisi lain, Amir memprediksikan ekonomi Indonesia untuk kuartal I tahun ini masih akan berada dalam zona kontraksi yaitu di sekitar minus 1,1% hingga minus 0,1%. 

“Kemungkinan akan mendekati level bawah tapi kita lihat beberapa indikator terus membaik. Kita pantau terus menerus perubahan ini,” ucapnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD