Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak 8,95 persen yoy, naik signifikan dari posisi 5,66 persen pada periode yang sama tahun lalu, didorong oleh percepatan realisasi program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Di sektor perdagangan luar negeri, kinerja ekspor tercatat tumbuh 4,58 persen yoy, melaju lebih kencang dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 4,07 persen.
Adapun impor meningkat 7,31 persen yoy, mayoritas ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, barang modal, dan penunjang investasi manufaktur.
Dari kualifikasi lapangan usaha, industri pengolahan (manufaktur) memegang kontribusi terbesar terhadap PDB nasional sebesar 19,22 persen dengan laju pertumbuhan menembus 5,87 persen yoy.