Pertumbuhan sektor ini disokong oleh subsektor logam dasar yang tumbuh 9,94 persen, kimia dan farmasi 8,1 persen, makanan dan minuman 7,09 persen, serta otomotif 6,14 persen.
Sektor jasa dan konstruksi juga mencatatkan performa impresif. Sektor jasa lainnya tumbuh 11,22 persen, jasa keuangan 8,47 persen, serta informasi dan komunikasi 7,13 persen. Sementara sektor konstruksi tumbuh 6,42 persen yoy.
"Industri konstruksi tumbuh ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah di sektor perumahan, kemudian kegiatan terkait KDMP dan juga Sekolah Rakyat itu menumbuhkan kebutukan semen," katanya.
Di ranah penanaman modal, realisasi investasi pada kuartal III-2026 mencapai Rp528,7 triliun (tumbuh 7,6 persen yoy) dan mampu menyerap 745.634 tenaga kerja. Adapun investasi di sektor hilirisasi membukukan kenaikan pesat 19,4 persen yoy menjadi Rp179,9 triliun.
Kinerja ekonomi yang terjaga ini berdampak positif terhadap indikator kesejahteraan masyarakat. Jumlah penduduk bekerja bertambah 1,44 juta orang menjadi 147,99 juta orang, tingkat pengangguran melandai ke level 4,75 persen, dan angka kemiskinan turun menjadi 8,07 persen.
"Momentum ekonomi ini diperkirakan tetap positif untuk memasuki kuartal IV," kata Airlangga.
(Dhera Arizona)