AALI
12300
ABBA
183
ABDA
0
ABMM
3210
ACES
1005
ACST
164
ACST-R
0
ADES
4810
ADHI
680
ADMF
8150
ADMG
166
ADRO
3120
AGAR
350
AGII
1925
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
118
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
162
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1050
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
300
ALMI
274
ALTO
190
Market Watch
Last updated : 2022/05/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.22
-0.53%
-2.88
IHSG
6830.60
0.55%
+37.19
LQ45
1009.96
-0.59%
-6.04
HSI
20082.33
-2.72%
-561.95
N225
26349.61
-2.09%
-561.59
NYSE
15044.52
-3.2%
-497.38
Kurs
HKD/IDR 1,874
USD/IDR 14,725
Emas
858,911 / gram

Erick Sebut Proyek Kereta Cepat Bisa Balik Modal Dalam 40 Tahun

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Selasa, 16 November 2021 13:17 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir, memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan bisa balik modal pada 30-40 tahun mendatang.
Erick Sebut Proyek Kereta Cepat Bisa Balik Modal Dalam 40 Tahun. (Foto: MNC Media)
Erick Sebut Proyek Kereta Cepat Bisa Balik Modal Dalam 40 Tahun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri BUMN, Erick Thohir, memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan bisa balik modal pada 30-40 tahun mendatang. Pasalnya, proyek strategi nasional (PSN) itu merupakan investasi jangka panjang. 

Pernyataan Erick sekaligus merespon komentar Ekonom Senior Indef, Faisal Basri, bahwa investasi KCJB tak akan balik modal hingga kiamat nanti. Menurut Erick, proyek infrastruktur seperti MRT, LRT, KCJB, ataupun jalan tol merupakan investasi yang membuahkan hasil dalam waktu jangka panjang. 

"Proyek investasi ini yang memerlukan waktu yang sangat panjang. Apakah MRT, LTR, atau sebagian jalan tol, yang dimana, akan dirasakan bukan sekarang, nanti 30-40 tahun lagi," ujar Erick, Selasa (16/11/2021). 

Dia mencontohkan, proyek infrastruktur yang dilaksanakan Korea Selatan (Korsel) sejak tahun 1960 lalu. Negara tersebut berani menggelontorkan 50 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai berbagai proyek, padahal Korsel termasuk negara miskin karena baru melewati perang saat itu. 

Prespektif bisnis dari otoritas negara setempat bersifat jangka panjang. Artinya, pemerintah Korsel melihat buah dari investasi infrastruktur yang dilakukan waktu itu bersifat dalam waktu lama. Penglihatan itu terbukti, Korsel kini menjadi salah negara maju karena dukungan infrastrukturnya. 

"Kalau tidak salah korea itu menggunakan 50 petsen APBN-nya di tahun 60, ketika Korea miskin setelah perang, hari ini korea membuktikan dengan pembangunan infrastruktur yang luar biasa dia menjadi negara maju," katanya. 

Erick mencatat, paradigma bisnis di Korea Selatan sama dengan investasi yang dulakukan pemerintah saat ini. "Kita juga harus melihat perspektifnya sama, infrastruktur itu tentu konteksnya jangka panjang," kata dia.

Karena itu, Erick optimis KCJB menjadi proyek yang mendukung penguatan makro ekonomi Tanah Air. Dia juga memastikan pasca KCJB dirampungkan, proyek strategis itu akan di lanjutkan hingga ke Surabaya, Jawa Timur. 

"Kereta cepat ini, saya sudah buat statement harus dilanjutkan sampai Surabaya, ada statement saya, Pak Presiden juga bicara hal yang sama, tapi masalahnya yang ini (Jakarta-Bandung) saja belum selesai, masa lanjut," kata dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD