AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4210
ACES
615
ACST
185
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
165
ADRO
4080
AGAR
306
AGII
2250
AGRO
575
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
101
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
322
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.54
-0.28%
-1.53
IHSG
7075.39
0.04%
+3.13
LQ45
1011.63
-0.3%
-3.01
HSI
18087.97
5.91%
+1008.46
N225
27120.53
0.48%
+128.32
NYSE
0.00
-100%
-13855.72
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,210
Emas
837,370 / gram

Fokus Produksi Baterai Listrik, Menko Luhut: Kita Punya Potensi Nikel Terbesar 

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Jum'at, 18 Juni 2021 16:43 WIB
Menko Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah kini telah mendorong investasi pada hilirisasi produk turunan nikel untuk memproduksi baterai listrik. 
MNC Media
MNC Media

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah kini telah mendorong investasi pada hilirisasi produk turunan nikel untuk memproduksi baterai listrik

Dengan jumlah produksi nikel sebanyak 21 juta ton setahun, Indonesia telah menjadi salah satu produsen nikel terbesar di dunia dunia dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI). 

“Dengan ini (potensi Nikel) yang besar kita lihat bahwa Indonesia punya bargaining position yang kuat,” ujar Luhut di Jakarta, Jumat (18/6/2021).

Karenanya, dia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk berkembang dan bekerja sama yang saling menguntungkan. “Kita juga ngga boleh baik-baik amat. Kita harus mainkan peran kita,”sambungnya. 

Indonesia juga diproyeksikan memasok 50 persen pasokan dunia, dibandingkan dengan 28 persen pada tahun 2020.

“Produksi nikel Indonesia akan meningkat dengan adanya smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang akan mulai beroperasi pada 2021 yang akan menghasilkan Mix Hydroxide Precipitate (MHP),”bebernya. 

Menko Luhut menambahkan  pemerintah saat ini fokus pada lima hal, yakni hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), pengembangan baterai lithium, sektor kesehatan, infrastruktur konektifitas maritim dan penurunan emisi karbon. 

"Pemerintah saat ini fokus pada lima hal, yakni hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), pengembangan baterai lithium, sektor kesehatan, infrastruktur konektifitas maritim dan penurunan emisi karbon," tandasnya. 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD