"Dibutuhkan adanya tools yang bisa membantu masyarakat, terutama kalangan produktif, untuk menyeimbangkan kebutuhan keluarga saat ini dengan perencanaan keuangan jangka panjang, sehingga nasabah dapat membangun kesiapan finansial yang lebih baik melalui manfaat yang dijamin, namun tetap fleksibel dan dapat beradaptasi terhadap kebutuhan yang terus berubah," ujar Lee.
Atas pertimbangan tersebut, Manulife Indonesia berkolaborasi dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) untuk menginisiasi produk baru, yaitu Proteksi Prima Fleksi Ekstra (PPFE), sebagai solusi perlindungan jiwa dan perencanaan keuangan jangka menengah yang memberikan kepastian manfaat sekaligus fleksibilitas akses manfaat lebih awal sesuai ketentuan polis.
Produk ini sengaja membidik masyarakat kalangan produktif, dalam rentang usia 18 hingga 80 tahun, dengan pilihan masa pembayaran premi yang fleksibel, dan dengan manfaat pengakhiran polis lebih awal (Early Policy Termination Benefit) yang tersedia pada tahun polis tertentu, sehingga nasabah memiliki opsi untuk mengakses manfaat polis lebih awal sesuai dengan syarat dan ketentuan polis.
"Manfaat ini dapat membantu mendukung berbagai tujuan finansial, seperti membiayai pendidikan anak, mempersiapkan momen penting keluarga, atau memenuhi kebutuhan keuangan jangka menengah lainnya tanpa harus menunggu hingga masa perlindungan berakhir," ujar Lee.
Sementara, Consumer Funding & Wealth Business Head BDMN, Ivan Jaya, menegaskan bahwa kesiapan finansial perlu didukung oleh perencanaan sejak dini serta solusi finansial yang relevan, terintegrasi, dan mudah diakses oleh nasabah.