sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gandeng UEA, Perminas Amankan Akses Mineral Tanah Jarang di Gabon

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
17/02/2026 16:05 WIB
Perminas resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) soal mineral tanah jarang.
Perminas resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) soal mineral tanah jarang. (Foto: Freepik)
Perminas resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) soal mineral tanah jarang. (Foto: Freepik)

Sementara itu, Direktur Utama Perminas, Gilarsi Wahju Setijono menegaskan, kerja sama ini menjadi jalur terstruktur untuk menilai peluang integrasi hulu–hilir yang selaras dengan prioritas nasional jangka panjang dan tata kelola yang kuat.

Kerja sama ini, lanjutnya, diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis global sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional berbasis sumber daya strategis.

"Perminas berkomitmen mendorong pencapaian tujuan strategis Indonesia di sektor mineral kritis dan industrialisasi hilir. MoU ini menciptakan jalur yang terstruktur untuk menilai peluang yang menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai hilir, selaras dengan tata kelola yang kuat dan prioritas nasional jangka panjang," tambahnya.

Sebagai informasi, material kritis seperti niobium (Nb) dan rare earth elements termasuk neodymium (Nd) dan praseodymium (Pr), yang merupakan input utama bagi magnet permanen berkinerja tinggi, serta heavy rare earth elements seperti dysprosium dan terbium yang meningkatkan kinerja magnet pada suhu tinggi, semakin esensial bagi industri modern dan ketahanan nasional.

Material-material ini menjadi komponen utama dalam kendaraan listrik (electric vehicles/EV) dan elektrifikasi yang lebih luas, energi terbarukan termasuk turbin angin dan infrastruktur jaringan listrik, aplikasi kedirgantaraan dan pertahanan tingkat lanjut, serta berbagai penggunaan industri bernilai tinggi yang bergantung pada akses yang aman terhadap input kritis.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement