AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Gantikan Energi Fosil, Pemerintah Uji Coba Kemiri Jadi Bahan Bakar

ECONOMICS
Rizky Fauzan
Minggu, 07 Agustus 2022 17:21 WIB
Pemerintah tengah berupaya mereduksi energi fosil yang kini jumlahnya semakin menipis dengan memanfaatkan tanaman jenis sawit dan kemiri.
Gantikan Energi Fosil, Pemerintah Uji Coba Kemiri Jadi Bahan Bakar (Foto: Okezone/  Bestherbalhealth)
Gantikan Energi Fosil, Pemerintah Uji Coba Kemiri Jadi Bahan Bakar (Foto: Okezone/ Bestherbalhealth)

IDXChannel - Pemerintah tengah berupaya mereduksi energi fosil yang kini jumlahnya semakin menipis dengan memanfaatkan tanaman jenis sawit dan kemiri. Tanaman tersebut diyakini menghasilkan energi berkelanjutan yang sejalan dengan kerangka konvensi perubahan iklim.
 
"Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terus melakukan riset dan inovasi dalam pengembangan bahan bakar nabati," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Fadjry Djufry dalam keterangan di Jakarta, Minggu (7/8/2022).

Fadjry menjelaskan kelapa sawit adalah sumber energi yang paling siap dan potensial. Apalagi Indonesia merupakan penghasil minyak sawit mentah terbesar dan memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di dunia.
 
Pemerintah melalui unit pelaksana teknis Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementerian Pertanian juga telah berhasil mengembangkan bahan bakar nabati berbahan dasar kelapa sawit, yaitu B-100 dengan tahapan pengujian sebanyak tiga kali.


Pada uji jalan B100, Balittri melakukan perbandingan uji coba dengan pertadex. Hasilnya menunjukkan bahwa emisi yang dihasilkan lebih baik dari Pertadex dengan hasil efisiensi serta tenaga yang dihasilkan setara dengan Pertadex.

Selain itu, satu liter B100 mampu menempuh jarak 13,1 kilometer atau setara dengan 26,7 persen lebih efisien dibandingkan penggunaan bahan bakar berbasis fosil dalam jumlah yang sama.
 
Balittri juga melakukan pengembangan pemanfaatan kemiri sunan. Di samping produktivitasnya yang tinggi, rendemen minyak kasar kernel kemiri sunan dapat mencapai lebih dari 50 persen dengan rata-rata angka asam lemak bebas cukup rendah.
 
Kemiri Sunan memiliki perakaran yang dalam dengan tajuk yang lebar, dan dapat tumbuh di lahan marginal dan beriklim kering seperti Nusa Tenggara Timur, sehingga bisa difungsikan sebagai tanaman rehabilitasi dan konservasi, serta mampu menyerap karbon dalam jumlah yang cukup tinggi.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD