AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Garuda dan Citilink Diminta Jual Tiket Murah, Pengamat: Gak Masuk Akal

ECONOMICS
Heri Purnomo
Jum'at, 19 Agustus 2022 01:17 WIB
Saat ini maskapai penerbangan masih mengalami kerugian. Hal tersebut lah yang sulit untuk menurunkan harga tiket pesawat.
Garuda dan Citilink Diminta Jual Tiket Murah, Pengamat: Gak Masuk Akal (FOTO:MNC Media)
Garuda dan Citilink Diminta Jual Tiket Murah, Pengamat: Gak Masuk Akal (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Pengamat Penerbangan Alvin Lie menyoroti perihal permintaan maskapai BUMN  Garuda Indonesia dan Citylink untuk menjual harga tiket murah ditengah kondisi harga minyak dunia yang melonjak. 

Dirinya menilai, permintaan tersebut merupakan hal yang kurang masuk akal. Hal tersebut dikarenakan maskapai BUMN tersebut saat ini masih mengalami kerugian. 

"Agak tidak masuk akal ya, kita lihat kondisi sekarang saja Garuda Indonesia dan Citylink masih rugi, siap tidak jika kerugiannya makin bertambah," katanya kepada MNC Portal, Kamis (18/8/2022). 

Dirinya mengatakan, saat ini maskapai penerbangan masih mengalami kerugian. Hal tersebut lah yang sulit untuk menurunkan harga tiket pesawat

Dirinya mengatakan, maskapai  penerbangan masih mampu bertahan dalam melakukan kegaitan penerbangan dikarenakan adanya silang subsidi dari route penerbangan yang tingkat okupansinya banyak. 

"Saat ini maskapai penerbangan masih bertahan walau sering rugi. Kadang bisa subsidi silang dari route yang penumpangnya banyak," katanya. 

Bahkan dirinya memprediksi jika kondisi seperti saat ini masih terus berlangsung, kegiatan penerbangan akan mengalami pemberhentian operasional. 

"Tapi jika berlanjut ya akan stop operasi. Seperti tahun 2020 - 2021 saat puncak pandemi," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Menteri BUMN Erick Thohir agar maskapai Garuda Indonesia segera menambah pesawat agar harga tiket pesawat bisa kembali ke harga normal.

Meskipun demikian, Presiden menyadari penambahan pesawat tidak mudah karena harga avtur internasional atau bahan bakar penerbangan sedang tinggi.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD