Selain melakukan diversifikasi sumber bahan baku, Pupuk Indonesia juga memperkuat manajemen stok bahan baku dengan menjaga ketersediaan fosfat, kalium dan sulfur maupun asam sulfat yang saat ini berada pada tingkat yang mencukupi untuk mendukung produksi. Penguatan manajemen stok bahan baku ini juga menjadi langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan biaya logistik akibat meningkatnya harga minyak dunia.
Dari sisi operasional, Pupuk Indonesia juga terus meningkatkan efisiensi energi dan optimalisasi penggunaan bahan baku, melalui program revitalisasi industri yang didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025.
Program revitalisasi mencakup rencana pembangunan pabrik baru dan peremajaan 7 pabrik dalam waktu 5 tahun ke depan. Program ini memungkinkan optimalisasi kapasitas produksi, sekaligus mendorong penggunaan bahan baku yang lebih efisien.
(NIA DEVIYANA)