IDXChannel - Sektor maritim Indonesia diperkirakan menghadapi tekanan berat sepanjang 2026 seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, gangguan rantai pasok, serta risiko keamanan di jalur pelayaran utama dunia.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mendorong kenaikan biaya logistik, memperbesar risiko distribusi barang, dan menekan daya saing ekonomi nasional yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menilai dinamika global yang berkembang belakangan ini akan memberi dampak langsung terhadap stabilitas perdagangan laut di kawasan Indo-Pasifik. Sebab, eskalasi konflik internasional, termasuk invasi Amerika Serikat ke Venezuela, dapat mengganggu arus perdagangan global sekaligus meningkatkan risiko keamanan maritim.
"Jadi kita tahu saat ini ada peristiwa invasi Amerika ke Venezuela yang membuat arus perdagangan global agak terganggu, sudah pasti akan berpengaruh pada biaya logistik hingga keamanan maritim Indo-Pasifik," ujarnya dalam acara Konferensi Pers Awal Tahun The National Maritime Institute (Namarin) di Jakarta, Rabu (7/1/2025).