Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kajian Maritim Seskoal Laksamana Pertama TNI Salim menilai lingkungan maritim global saat ini berada dalam situasi yang semakin kompleks dan sulit diprediksi. Menurutnya, laut bukan sekadar jalur distribusi ekonomi, tetapi juga ruang strategis yang menjadi titik temu kepentingan politik, militer, dan perdagangan internasional.
Salim menegaskan, meningkatnya kompleksitas dan ketidakpastian lingkungan maritim global sekarang ini dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah hegemoni kekuatan antara Amerika Serikat dan China di kawasan.
Teranyar soal invasi AS ke Venezuela. Kemudian potensi konflik yang bakal menyusul ialah konflik China-Taiwan.
"Kita harus mempersiapkan strategi maritim yang juga mencakup kebijakan pertahanan dan keamanan maritim yang mumpuni, sekaligus ditopang oleh teknologi maritim yang memadai. Kita di TNI AL sudah merumuskan itu," kata dia.