AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1350
ACES
1195
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
170
ADRO
2190
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
745
ALDO
1315
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.82
0.04%
+0.23
IHSG
6556.00
-0.19%
-12.17
LQ45
939.03
-0.03%
-0.31
HSI
24283.31
0.16%
+39.70
N225
27101.98
-0.11%
-29.36
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Gerai Ace Hardware (ACES) Kembali Tutup, Ini Tanggapan Pengusaha

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 04 November 2021 13:50 WIB
PT Ace Hardware Indonesia Tbk mengumumkan penutupan gerainya yang berlokasi di Waru Surabaya, Jawa Timur.
Gerai Ace Hardware (ACES) Kembali Tutup, Ini Tanggapan Pengusaha (FOTO: MNC Media)
Gerai Ace Hardware (ACES) Kembali Tutup, Ini Tanggapan Pengusaha (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Salah satu pusat perbelanjaan perabotan rumah tangga dan perkantoran, PT Ace Hardware Indonesia Tbk mengumumkan penutupan gerainya yang berlokasi di Waru Surabaya, Jawa Timur. Gerai tersebut sebelumnya dibuka pada 28 Maret 2018 dengan luas area sekitar 2.462 meter persegi.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menuturkan, penutupan pusat perbelanjaan memiliki alasan masing-masing. Pasalnya, setiap perusahaan memiliki persoalan yang belum tentu dialami juga pada perusahaan lain. Sehingga alasan penutupan gerai tidak bisa disamaratakan. 

"Penutupan usaha memiliki alasan masing - masing yang belum tentu satu sama lain. Jadi sebaiknya jangan terlebih dahulu disimpulkan bahwa setiap penutupan usaha yang terjadi selama pandemi ini adalah dikarenakan alasan yang sama," ujarnya saat dihubungi, Kamis (4/11/2021).

Meski demikian, ia mengatakan, memang benar ada juga usaha yang ditutup dikarenakan pandemi yang berkepanjangan ditambah dengan pembatasan pembukaan ruang publik yang sempat diberlakukan. Hal itulah yang membuat banyak pusat perbelanjaan kehabisan dana cadangan untuk bertahan. 

"Kondisi usaha tidak serta merta dapat langsung pulih seperti sebelum terjadi pandemi, termasuk sudah diberikan pelonggaran oleh pemerintah," cetusnya.

Karena seperti diketahui bersama, walaupun aturan pembukaan ruang publik termasuk pusat perbelanjaan sudah dilonggarkan, namun terdapat aturan yang mengikuti. Hal itulah yang membuat pelaku usaha perlu banyak waktu untuk mengembalikan kondisi perusahaan seperti yang sebelum pandemi. 

"Kondisi usaha juga tidak bisa serta merta langsung kembali pulih pada saat pembatasan diakhiri ataupun pada saat diberikan pelonggaran. Apalagi selama ini pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah dilakukan secara bertahap dan sangat hati - hati. Pemulihan kondisi usaha memerlukan banyak waktu setelah pembatasan diakhiri ataupun setelah pelonggaran ditetapkan," paparnya.

Ketua APPBI ini menambahkan, kemampuan setiap usaha tidak sama satu dengan yang lain. Demikian juga bagi pelaku usaha yang sebelum pandemi memiliki kinerja kurang maksimal maka akan mengalami tekanan yang lebih berat untuk bertahan selama pandemi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD