AALI
8850
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4340
ACES
635
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7400
ADHI
760
ADMF
8600
ADMG
169
ADRO
3890
AGAR
302
AGII
2360
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
106
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
322
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
410
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.67
-1.15%
-6.24
IHSG
7093.87
-1.18%
-84.71
LQ45
1014.22
-1.11%
-11.41
HSI
17947.74
0.08%
+14.47
N225
26532.67
-2.29%
-621.16
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

Gubernur BI ke Jokowi: Inflasi Pangan 11,47 Persen, Harusnya Tak Lebih dari 5 Persen

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Kamis, 18 Agustus 2022 10:08 WIB
Presiden Jokowi hari ini memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi di Bank Indonesia. Pasalnya, inflasi Juni 2022 melonjak 4,94 persen.
Gubernur BI ke Jokowi: Inflasi Pangan 11,47 Persen, Harusnya Tak Lebih dari 5 Persen (FOTO: MNC Media)
Gubernur BI ke Jokowi: Inflasi Pangan 11,47 Persen, Harusnya Tak Lebih dari 5 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi di Bank Indonesia (BI). Dalam laporannya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan inflasi 2022 diperkirakan berisiko melebihi target yang ditetapkan yakni 3 persen plus minus 1 persen.

“Inflasi Juli 2022 mencapai 4,94 persen masih lebih rendah dari negara lain, tapi melebihi dari batas atas sasaran 3 persen plus minus 1 persen. Terutama disebabkan oleh tingginya inflasi kelompok pangan bergejolak, yang mencapai 11,47 persen yang mestinya tidak lebih dari 5 persen atau maksimal 6 persen,” kata Perry, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi, di Kantor Bank Indonesia, Kamis (18/8/2022).

Perry mengungkapkan, tekanan bersumber terutama dari kenaikan harga komoditas global akibat berlanjutnya ketegangan geopolitik disejumlah negara yang mengganggu mata rantai pasokan global dan juga mendorong sejumlah negara melakukan kebijakan proteksi pangan.

Di dalam negeri terjadi gangguan pasokan disejumlah sentra-sentra produksi hortikultura termasuk aneka cabai dan bawang merah akibat permasalahan disuktural di sektor pertanian serta cuaca demikian juga ketersediaan antar waktu dan antar daerah.

Perry mengungkapkan, kenaikan harga energi global juga mendorong kenaikan inflasi barang yang diatur pemerintah, termasuk angkutan udara, tekanan dapat ditahan sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan subsidi energi.

Sementara itu, tekanan dari inflasi dari sisi permintaan atau sering disebut inflasi inti masih tetap rendah,ini menunjukan daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih meskin sudah meningkat, sementara ekspektasi inflasi juga sudah terjaga.

Sementara inflasi IHK pada 2022 kami perkirakan akan lebih tinggi dari batas atas kisaran 3 persen plus minus 1 persen, perkiraan ini terutama disebabkan oleh masih tingginya harga pangan dan energi global dan gangguan cuaca serta kesenjangan pasokan antar waktu dan antar daerah.

“Inflasi pada 2022 juga berisiko melebihi risiko batas atas sasaran 3 persen plus minus 1 persen,” ungkap Perry. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD