Kendati demikian, Bapanas memastikan penguatan stok CPP terus berjalan seiring dengan upaya Kementerian Pertanian menjaga produksi pangan dalam negeri secara bulanan. Melalui perpanjangan tangan Perum Bulog, tingkat penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri dilaksanakan secara intensif.
"Kami berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, tentu di sisi produksi harus diperkuat. Kemudian penyerapan oleh Bulog dalam rangka penguatan CPP menjadi titik krusial yang harus kita lakukan. Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah yang akan diolah menjadi beras, sebagai penguatan CPP," ujar Ketut.
Pemerintah pun terus berupaya memperkuat stok CPP tidak hanya stok beras saja, melainkan turut pula menambah stok jagung pakan hingga minyak goreng. Lewat upaya ini diharapkan menjadi modal ketersediaan pangan untuk masa kemarau mendatang.
"Dengan adanya penguatan CPP, diharapkan ke depannya tatkala terjadi kekeringan dan lain sebagainya, yang berdampak pada produksi misalkan, nah tentu ini akan bisa menopang ketersediaan pangan yang dimiliki oleh pemerintah. Itu yang kita lakukan dalam rangka mitigasi awal," tutur Deputi Ketut.
Adapun status terkini stok CPP per 2 April dalam catatan Bapanas antara lain beras memiliki stok terbesar dengan 4,4 juta ton. Jagung pakan 168 ribu ton. Minyak goreng totalnya ada 121 ribu kiloliter. Gula pasir 49 ribu ton.