AALI
9925
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1550
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1070
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1940
AGAR
328
AGII
1470
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
72
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4320
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.08
0.27%
+1.34
IHSG
6621.11
0.26%
+17.31
LQ45
947.41
0.19%
+1.82
HSI
24238.70
1.01%
+241.83
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

Hampir 45 Persen, Minyak Nabati dan Karet Dominasi Devisa Ekspor Sumut

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Selasa, 07 September 2021 06:47 WIB
Ekspor Sumatera Utara mengalami peningkatan hampir 45% di 2021.
Hampir 45 Persen, Minyak Nabati dan Karet Dominasi Devisa Ekspor Sumut (Dok.MNC Media)
Hampir 45 Persen, Minyak Nabati dan Karet Dominasi Devisa Ekspor Sumut (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Kinerja ekspor Sumatera Utara mengalami peningkatan hampir 45% di 2021 ini. Dari Januari hingga Juli 2021, devisa ekspor Sumut mencapai USD 6,377 miliar. Meningkat 44,99 persen dibanding posisi sama tahun 2020 sebesar USD 4,398 miliar.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Dinar Butar-butar, mengatakan golongan barang  yang mengalami kenaikan terbesar adalah lemak dan minyak hewan/nabati naik sebesar USD 1.073,25 juta (66,20 persen). Diikuti karet dan barang dari karet naik sebesar USD 389,44 juta (67,63 persen).

"Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan terbesar adalah golongan kopi, teh dan rempah-rempah turun sebesar USD 38,25 juta (-15,97 persen).  Serta golongan barang ikan dan udang  sebesar USD 32,43 juta (-17,14 persen)," kata Dinar, Senin (6/9/2021).

Dinar menjelaskan selama periode Januari-Juli 2021, ekspor dari 10 golongan barang (HS 2 digit) mampu memberikan kontribusi sebesar 90,15 persen terhadap total ekspor Sumatera Utara. Sementara itu ekspor di luar 10 golongan barang memberikan kontribusi sebesar 9,85 persen.

“Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang pada periode Januari-Juli 2021 naik 48,69 persen terhadap Januari-Juli 2020,” ungkapnya.

Sementara itu, pada  Juli 2021,  nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada bulan Juli 2021 mengalami kenaikan dibandingkan bulan Juni 2021, yaitu dari USD 886,50 juta menjadi USD 993,84  juta atau naik sebesar 12,11 persen.

“Bila dibandingkan dengan bulan Juli 2020, ekspor Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 38,84 persen,” katanya.

Golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar pada Juli 2021 terhadap Juni 2021 adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD 152,85 juta (50,12 persen).

Ia menjelaskan  ekspor ke Amerika Serikat pada Juli 2021 merupakan yang terbesar yaitu USD 143,70 juta diikuti Tiongkok sebesar USD 131,08 juta dan India sebesar USD 67,58 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,45 persen.

“Eksspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai USD 322,64 juta (32,46 persen). Sektor Industri pada bulan Juli mengalami kenaikan USD111,72 juta (13,41 persen) dibandingkan bulan Juni 2021, sementara sektor Pertanian turun sebesar USD 4,38 juta (-8,20 persen).

“Kontribusi nilai ekspor sektor industri terhadap total nilai ekspor Juli, sebesar 95,07 persen, sektor pertanian sebesar 4,93 persen, dan sektor pertambangan dan penggalian, sektor minyak dan gas, serta sektor lainnya sebesar 0,00 persen,” jelasnya.

Selama Juli 2021 negara Amerika Serikat, Tiongkok dan India merupakan pangsa ekspor terbesar Sumatera Utara, masing-masing sebesar USD 143,70 juta, USD 131,08 juta dan UD 67,58 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,45 persen.

Sekitar 32,46 persen barang ekspor dari Sumatera Utara dipasarkan ke kawasan Asia di luar ASEAN. Untuk kawasan Asia di luar ASEAN, Jepang dan Pakistan juga merupakan pangsa ekspor masing-masing sebesar USD 47,50 juta dan USD 37,69 juta.

Pada periode Januari-Juli 2021 dibandingkan periode yang sama tahun 2020, negara tujuan utama yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar adalah Tiongkok sebesar USD 360,11 juta (69,29 persen) diikuti Amerika Serikat sebesar USD 278,79 juta (51,06 persen) dan Rusia sebesar USD 259,08 juta (260,23 persen). 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD