“Petani tidak boleh rugi. Harus ada HPP, Harga Pembelian Pemerintah. Di sisi konsumen harus ada Harga Eceran Tertinggi. Itulah pemerintah, menjaga agar petani tersenyum dan konsumen bahagia,” ujar Amran di Bone, Sulawesi Selatan.
Di tingkat produsen, rerata harga gabah kering panen nasional tercatat sebesar Rp6.925 per kg. Harga gabah terendah tercatat di Sulawesi Tenggara sebesar Rp6.500 per kg, sedangkan harga tertinggi berada di Sumatera Barat sebesar Rp7.700 per kg.
Untuk menjaga stabilitas harga beras, pemerintah mengoptimalkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini tercatat lebih dari 5 juta ton. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan stok tersebut akan dimanfaatkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan.
“Stok CBP yang lebih dari 5 juta ton menjadi bantalan untuk menjaga kesinambungan distribusi dan mengendalikan gejolak harga hingga semester dua,” ujar Ketut.
Hingga 10 Mei 2026, realisasi penyaluran beras program SPHP mencapai 428,9 ribu ton. Jumlah tersebut terdiri dari realisasi program SPHP 2025 yang diperpanjang pada Januari-Februari sebesar 221 ribu ton dan realisasi program SPHP 2026 sejak Maret sebesar 207,9 ribu ton.