Sementara opsi penerapan B50 masih dalam tahap kajian terkait selisih harga fuel oul, BBM, serta harga kelapa sawit domestik dan pasar internasional.
“Kita akan selalu melihat perbedaan harga antara harga fuel oil, harga BBM, dengan harga kelapa sawit, deltanya berapa. Kajian B50 diteruskan, uji coba otomotif juga lanjut. Jadi kita tergantung pada dinamika harga,” kata Airlangga dilansir dari Antara, Rabu (14/1/2026).
Di sisi lain, para surveyor kargo melaporkan bahwa pengiriman minyak sawit dari Malaysia meningkat antara 18 persen dan 29 persen dari bulan sebelumnya pada 10 hari pertama Januari. Impor dari China juga meningkat paling banyak dalam tiga bulan selama Desember untuk mencerminkan permintaan akhir tahun yang lebih kuat.
Dengan permintaan yang tinggi, harga minyak sawit dalam sebulan terakhir naik 0,92 persen, tetapi masih 7,31 persen lebih rendah dari tahun lalu, menurut perdagangan pada kontrak untuk perbedaan (CFD) yang melacak pasar acuan untuk komoditas ini. Secara historis, harga minyak sawit mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar MYR7268 per ton pada Maret 2022.
(Febrina Ratna Iskana)