"Untuk Minyakita terus kami pantau dan kami kejar supaya ke hulunya, mulai tingkat produsen, distributor sampai kepada tingkat pengecer. Bulog sebagai BUMN yang ditugaskan pemerintah untuk mengelola dan mendistribusikan Minyakita dalam program DMO (Domestic Market Obligation) agar terus melakukan pemenuhan kebutuhan Minyakita, baik di pasar tradisional maupun di pasar modern, dengan harapan minyakita tersebut akan stabil harganya di level Rp15.700 per liter sesuai dengan level yang tertulis pada kemasannya," ujar Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy.
Di sisi lain, jagung pakan peternak Rp6.896 per kg masih di atas HAP Rp5.800 per kg. Sementara kedelai biji kering impor justru turun menjadi Rp10.937 per kg dari HAP Rp12.000 per kg.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan bahwa kenaikan harga saat ini bersifat terbatas pada beberapa komoditas tertentu saja dan tidak mencerminkan kondisi lonjakan harga pangan secara umum.
"Pemerintah terus melakukan pengawasan melalui Satgas Saber pelanggaran pangan, bahkan sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Amran Sulaiman, tim kami terus ada di lapangan untuk memantau dan mengawasi pasokan dan harga pangan. Tentunya berkoordinasi dengan Kepolisian/satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat produsen maupun konsumen," kata Ketut.
(kunthi fahmar sandy)