AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Harga Minyak Melonjak ke USD81 Dolar per Barel, Tertinggi dalam Tiga Tahun

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Selasa, 05 Oktober 2021 08:24 WIB
Kenaikan harga minyak dunia setelah OPEC+ mengkonfirmasi mempertahankan kebijakan produksinya.
Kenaikan harga minyak dunia setelah OPEC+ mengkonfirmasi mempertahankan kebijakan produksinya. (Foto: MNC Media)
Kenaikan harga minyak dunia setelah OPEC+ mengkonfirmasi mempertahankan kebijakan produksinya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel -  Harga minyak melesat ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir di akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Kenaikan harga minyak dunia setelah OPEC+ mengkonfirmasi mempertahankan kebijakan produksinya saat ini karena permintaan untuk produk minyak rebound.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember melonjak USD1,98 atau 2,5% menjadi USD81,26 per barel. Brent naik 1,5% minggu lalu untuk kenaikan mingguan keempat berturut-turut, dan kembali ke tertinggi yang terakhir terlihat pada 2018.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November bertambah USD1,74 atau 2,3% menjadi USd77,62 per barel setelah naik selama enam minggu terakhir, dan mencapai level tertinggi sejak 2014. 

Keputusan klub produsen untuk terus meningkatkan produksi minyak secara bertahap mengirim harga naik tajam, menambah tekanan inflasi yang dikhawatirkan negara-negara konsumen akan menggagalkan pemulihan ekonomi dari pandemi.

OPEC+ setuju pada Juli untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan hingga setidaknya April 2022 untuk menghapus 5,8 juta barel per hari dari pengurangan produksi yang ada.

"Mengingat gambaran permintaan dan hasil pertemuan OPEC, sentimen keseluruhan seputar minyak mentah adalah bullish," kata Mitra Again Capital LLC, John Kilduff, dikutip dari Antara, Selasa (5/10/2021).

Permintaan untuk batu bara dan gas alam telah melampaui level tertinggi sebelum Covid-19 dengan minyak sangat tertinggal, menurut pengawas energi, Badan Energi Internasional (IEA). Tiga perempat dari permintaan energi global masih dipenuhi oleh bahan bakar fosil, dengan kurang dari seperlimanya oleh energi terbarukan non-nuklir. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD