AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Harga Minyak Melonjak ke USD80 per Barel, OPEC dan Rusia Genjot Produksi 

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 04 Oktober 2021 06:00 WIB
Harga minyak mentah dunia terus melonjak mengarah ke USD80 per barel. Hal ini diakibatkan melonjaknya permintaan seiring pulihnya ekonomi dunia.
Harga Minyak Melonjak ke USD80 per Barel, OPEC dan Rusia Genjot Produksi (FOTO: MNC Media)
Harga Minyak Melonjak ke USD80 per Barel, OPEC dan Rusia Genjot Produksi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah dunia terus melonjak mengarah ke USD80 per barel. Hal ini diakibatkan melonjaknya permintaan seiring pulihnya ekonomi dunia dari dampak pandemi covid-19.

Melihat kondisi ini, Organisasi negara pengekspor minyak bumi (OPEC) dan Rusia segera mengadakan pertemuan pada hari ini Senin (4/10) untuk membahas jumlah cadangan minyak yang bakal dilepas di pasaran.

Agenda penting ini diadakan di tengah munculnya masalah pasokan serta pemulihan permintaan, yang mendorong harga minyak berada di atas USD 80 per barrel, dilansir Reuters, Minggu (3/10/2021).

Salah satu bocoran sebuah sumber OPEC+ yang tidak disebutkan namanya, mengatakan ada usulan baru ihwal penambahan produksi lebih dari kesepakatan sebelumnya.

Di tempat yang berbeda, sumber OPEC+ lain menyebut ada usulan tentang peningkatan produksi 800.000 barel per hari dalam waktu sebulan.

"Kami tidak dapat mengecualikan (kemungkinan) apa saja," kata sebuah sumber OPEC+ kepada Reuters, Jumat (1/10).

Alasan bahwa pasar minyak mungkin membutuhkan lebih banyak pasokan dari kesepakatan yang telah ada bakal menjadi salah satu isu perbincangan.

"Ini adalah salah satu skenario yang mungkin (terjadi)," tutur sumber lainnya

Seperti diketahui, OPEC  bersama sekutunya Rusia, pada Juli lalu telah sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari ari (bph) setiap bulan untuk mengisi kekurangan 5,8 juta bph sebelumnya sepanjang pembatasan Covid-19.

Reli harga minyak mentah ke level tertinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir diperparah oleh kenaikan harga gas bumi yang bahkan jauh lebih besar. Pertemuan Senin (4/10) ini bakal menjadi salah satu sentimen penggerak pasar. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD