AALI
8825
ABBA
236
ABDA
6025
ABMM
4330
ACES
630
ACST
198
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
760
ADMF
8450
ADMG
168
ADRO
3860
AGAR
302
AGII
2360
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
149
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1585
AKRA
1325
AKSI
326
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
386
ALTO
171
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.47
-1.93%
-10.44
IHSG
7052.49
-1.76%
-126.09
LQ45
1006.65
-1.85%
-18.99
HSI
17927.82
-0.03%
-5.45
N225
26567.55
-2.16%
-586.28
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
794,490 / gram

Harga Minyak Mentah Kembali Naik Akibat Rusia dan Suku Bunga AS

ECONOMICS
Rizky Fauzan
Jum'at, 23 September 2022 09:59 WIB
Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan akibat sentimen kekhawatiran akan pasokan minyak Rusia dan kenaikan suku bunga.
Harga Minyak Mentah Kembali Naik Akibat Rusia dan Suku Bunga AS (FOTO: MNC Media)
Harga Minyak Mentah Kembali Naik Akibat Rusia dan Suku Bunga AS (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan, Kamis (22/9/2022) waktu setempat akibat sentimen kekhawatiran akan pasokan minyak Rusia dan kenaikan suku bunga.

harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,8 persen, menjadi 90,58 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 75 sen, atau 0,8 persen, menjadi 83,69 dollar AS per barrel.

Kebijakan Rusia yang kini mulai mendorong wajib militer terbesar, setelah perang dunia mendorong kekhawatiran eskalasi perang di Ukraina lebih lanjut, dan berpotensi akan menghambat pasokan.

"Retorika perang oleh Putin adalah menjadi sentimen yang membayangi pasar minyak dunia,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York, dikutip Jumat (23/9/2022).

Hal ini juga diperparah dengan pasokan minyak yang lebih rendah dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

"Ekspor minyak mentah OPEC cukup stabil, sejak terjadinya peningkatan yang cukup tinggi pada awal bulan ini," kata Giovanni Staunovo, analis komoditas di UBS.

Uni Eropa sedang mempertimbangkan pembatasan harga minyak Rusia, demikian juga dengan ekspor teknologi tinggi ke Rusia, serta sanksi jika terjadi eskalasi perang Moskow di Ukraina. Di sisi lain, permintaan minyak mentah China juga masih tertekan oleh pembatasan yang ketat akibat Covid-19.

Setelah The Fed menaikkan suku bunganya sebesar 75 basis poin, kini giliran Bank of England menaikkan suku bunga utamanya sebesar 50 basis poin menjadi 2,25 persen. BoE mengatakan, akan terus melakukan kenaikan suku bunga jika diperlukan untuk menekan inflasi.

Kenaikan suku bunga acuan juga dilakukan oleh beberapa negara lain termasuk Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin, disusul oleh Bank Nasional Swiss, dan Bank Norges.

Di sisi lain, Bank sentral Turki secara tak terduga memangkas suku bunga kebijakannya sebesar 100 basis poin menjadi 12 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan sebagian besar bank sentral di seluruh dunia yang menaikkan suku bunganya. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD