AALI
8700
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
640
ACST
189
ACST-R
0
ADES
7050
ADHI
750
ADMF
8400
ADMG
167
ADRO
3940
AGAR
286
AGII
2440
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
99
AHAP
101
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1350
AKSI
328
ALDO
685
ALKA
286
ALMI
400
ALTO
173
Market Watch
Last updated : 2022/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.11
0.46%
+2.49
IHSG
7130.96
0.26%
+18.51
LQ45
1021.01
0.49%
+5.02
HSI
17442.59
-2.34%
-417.72
N225
26042.21
-1.99%
-529.66
NYSE
13541.76
-0.29%
-38.64
Kurs
HKD/IDR 1,938
USD/IDR 15,230
Emas
795,739 / gram

Investor Khawatir Suku Bunga The Fed Naik, Harga Minyak Mentah Rebound

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 21 September 2022 10:46 WIB
Harga minyak mentah mengalami rebound pada perdagangan pagi ini, Rabu (21/9/2022) jelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Investor Khawatir Suku Bunga The Fed Naik, Harga Minyak Mentah Rebound (FOTO: MNC Media)
Investor Khawatir Suku Bunga The Fed Naik, Harga Minyak Mentah Rebound (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah mengalami rebound pada perdagangan pagi ini, Rabu (21/9/2022) jelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve. Lonjakan Fed funds rate dikhawatirkan dapat membuat konsumsi melemah sekaligus mengancam permintaan bahan bakar.

Data perdagangan hingga pukul 10:25 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November tumbuh 0,25 persen menjadi USD90,86 per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman November naik 0,23 persen sebesar USD84,12 per barel.

Sejumlah analis menilai sentimen pasar minyak masih berasal dari ketakutan terhadap kebijakan pengetatan dari Federal Reserve yang dikhawatirkan bakal membawa perlambatan ekonomi atau resesi.

"Sentimen di pasar tetap bearish karena kekhawatiran bahwa pengetatan moneter yang agresif di AS dan Eropa akan meningkatkan kemungkinan resesi dan penurunan permintaan bahan bakar," kata Toshitaka Tazawa, seorang analis di Fujitomi Securities Co Ltd, dilansir Reuters, Rabu (21/9/2022).

Tazawa menilai harga minyak kemungkinan bisa kembali menguat setelah tertekan akibat merespons kebijakan Fed. Adapun sentimen yang bisa mendongkrak harga adalah ekspektasi pasokan yang ketat.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam upayanya untuk mengendalikan inflasi. Ekspektasi tersebut dikhawatirkan dapat membebani pasar ekuitas, yang beriringan dengan harga komoditas, termasuk minyak.

Sementara itu, stok minyak mentah dan bahan bakar AS naik sekitar 1 juta barel per 16 September, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute pada hari Selasa. Adapun persediaan bensin naik sekitar 3,2 juta barel, sementara stok sulingan naik sekitar 1,5 juta barel. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD