Jika harga minyak naik hingga USD120 per barel, tambahan beban yang harus ditanggung pemerintah diperkirakan dapat mencapai Rp400 triliun.
Bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi, lonjakan harga minyak dunia berpotensi menambah tekanan terhadap harga BBM di dalam negeri.
Di sisi lain, risiko gangguan pasokan energi global juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas distribusi BBM, mengingat cadangan operasional nasional hanya mampu menopang kebutuhan konsumsi sekitar 20-23 hari.
Di Sumatera Utara, antrean panjang di sejumlah SPBU mulai terlihat seiring munculnya kepanikan pengguna kendaraan yang khawatir terjadi kelangkaan BBM.
Kondisi ini menunjukkan bahwa volatilitas harga minyak dunia semakin terasa dampaknya bagi perekonomian domestik, termasuk bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas harian pada kendaraan bermotor.