Salah satu kelompok yang paling rentan terhadap kenaikan harga BBM adalah para pengemudi ojol. Dengan jumlah yang diperkirakan mencapai sekitar 6 juta orang di Indonesia, lonjakan harga BBM dapat langsung meningkatkan biaya operasional harian mereka.
Namun, kekhawatiran tersebut tidak dirasakan Acel Yusde Pario, salah satu mitra pengemudi ojol yang telah bergabung sejak 2017. Ia mengaku sudah beralih menggunakan motor listrik sejak pertengahan 2024.
Menurut perhitungannya, saat masih menggunakan motor berbahan bakar bensin, ia harus mengeluarkan sekitar Rp60.000 per hari hanya untuk membeli BBM. Biaya itu belum termasuk pengeluaran lain seperti perawatan kendaraan di bengkel hingga pajak tahunan.
Acel menuturkan, keputusan beralih ke motor listrik awalnya diambil dengan rasa ragu karena itu merupakan pengalaman pertamanya menggunakan kendaraan listrik. Namun setelah mencobanya selama beberapa waktu, ia justru semakin yakin dengan pilihannya.
Bahkan, ia kemudian menambah satu unit motor listrik lagi untuk digunakan di rumah. Motor listrik yang dipakainya merupakan produk dari Electrum yang diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 200 kilometer dalam sehari.