Dalam forum tersebut, Kemendag mengandalkan basis data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang dikoordinasikan secara berkala bersama Bank Indonesia (BI), Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan jajaran pemerintah daerah.
"Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait hal ini. Jadi kita juga mengetahui komoditas apa saja yang harganya sedang naik," ungkap Dyah.
Selain fokus pada tata kelola logistik Minyakita, Kemendag juga menyiapkan draf mitigasi khusus bagi wilayah-wilayah yang sedang dilanda bencana alam.
Wilayah tersebut dinilai sangat rentan mengalami lonjakan angka inflasi akibat terputusnya akses pengiriman pasokan kebutuhan pokok.
Untuk mengantisipasi hal itu, Kemendag tengah mempercepat draf koordinasi program revitalisasi pasar rakyat agar infrastruktur perdagangan di daerah terdampak tetap mampu beroperasi optimal sebagai pusat penyaluran logistik masyarakat.
"Nah, itu salah satu hal yang sedang kita upayakan untuk daerah-daerah bencana yang ada kemungkinan inflasi mungkin meningkat gitu ya karena flow of goods-nya ataupun distribusinya juga terkendala," kata Dyah.
(Nur Ichsan Yuniarto)