AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Harga Mobil Listrik Masih Mahal, Pemerintah Diminta Tambah Insentif

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 22 Desember 2021 09:48 WIB
Kementerian perindustrian terus mengejar target 400 ribu kendaraan low carbon emission vehicle (lcev) pada 2025
Harga Mobil Listrik Masih Mahal, Pemerintah Diminta Tambah Insentif. (Foto: PLN/Adv)
Harga Mobil Listrik Masih Mahal, Pemerintah Diminta Tambah Insentif. (Foto: PLN/Adv)

IDXChannel – Kementerian perindustrian terus mengejar target 400 ribu kendaraan low carbon emission vehicle (lcev) pada 2025 termasuk didalamnya kendaraan bermotor listrik berbasis batreai (kbl-bb), kemenperin juga akan mengeluarkan sejumlah aturan untuk mempercepat realisasi kendaraan listrik di indonesia.

Sejatinya peralihan mobil berbahan bakar fosil ke mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) perlu didukung oleh kebijakan pemerintah yang lebih jelas dan tegas seperti adanya tambahan insentif pajak dan berbagai kemudahan bagi pengembangan BEV.

“Kalau kita melihat insentif maka kami akan membaginya menjadi dua, yang pertama yaitu insentif bagis konsumen dan yang kedua adalah bagi perusahaan itu sendiri. Adapun insentif untuk konsumen salah satunya yaitu PPnBM 0% apabila memenuhi tingkat kandungan dalam negeri, dan juga ada pajak Daerah berupa PKB atau BBM dengan maksimal nilainya adalah 10% untuk kasus didaerah tertentu. Selain itu insentif DP 0% juga sudah diberikan oleh beberapa bank, suku bunga ringan juga sudah diberikan, dan juga PLN juga sudah memberikan diskon tarif listrik maupun diskon tambah daya,” ungkap Kasubdit Ilmate Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI Dodiet Prasetyo.

Ditambahkan Dodit, namun yang paling penting bagi konsumen adalah ketika menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ini, konsumen bebas menggunakan kendarannya untuk jalur-jalur yang di kategorikan jalur ganjil ataupun genap. 

Lantas, insentif apa yang diterima oleh perusahaan? Ditegaskan Dodit yakni seperti tax holiday, mini tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk, bea masuk ditanggung pemerintah, dan super tax deduction untuk kegiatan R&D untuk menarik minat investasi kendaraan berbasis listrik di Indonesia. 

Upaya yang dilakukan Pemerintah melalui Kemenperin sejatinya perlu segera dilakukan dengan penerapan dan regulasi ketat agar industri kendaraan listrik bisa berkembang, sejalan dengan hal tersebut, PLN bahkan sudah melakukan berbagai langkah strategis.

Namun yang menjadi catatan dalam para pelaku industry untuk Kementerian Perindustrian yakni Faktor pendukung pengembangan Kendaraan listrik, mulai dari 1) Kebijakan zero emisi dari Pemerintah Pusat
2) Insentif fiskal dan non fiscal, 3) Penyediaan infrastruktur pendukung, dan 4) Penggunaan energy listrik untuk transportasi umum

Pengembangan BEV membutuhkan tambahan insentif pajak agar harganya bisa lebih terjangkau dan mendekati mobil bermesin pem-bakaran internal. Insentif tambahan itu antara lain tarif bea masuk (BM) 0% untuk impor BEV dalam bentuk utuh (completely built up/CBU), serta pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) 0%.

Tambahan insentif itu sangat dibutuhkan, mengingat insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) 0% untuk BEV tidak cukup menekan harga jual mobil listrik. Saat ini, sejumlah pemain BEV, seperti Hyundai Indonesia dan Prestige Image Motorcars su-dah menerima insentif PPnBM 0%.

Bahkan, Hyundai Ioniq EV dan Kona EV sudah mendapatkan insentif bea balik nama (BBN) 0% untuk DKI Jakarta, dengan tarif bea masuk (BM) impor 5%. Namun, harga dua BEV ini masih mahal, sekitar Rp600 jutaan. Perinciannya, Ioniq Prime Rp624,8 juta, Ioniq Signature Rp664,8 juta, dan SUV Kona EV Rp674,8 juta (OTR Jakarta).

Sementara itu, Prestige, pemain khusus mobil-mobil mewah menjual Tesla Model 3 sebesar Rp1,5 miliar. Total tarif pajak Tesla Model 3 sekitar 80%. Padahal, segmen mobil yang paling laris di Indonesia berada di kisaran harga jual Rp200 hingga Rp300 juta. Berdasarkan riset Universitas Indonesia (UI), rentang harga ideal mobil listrik berkisar Rp300 hingga Rp350 juta.

Direktur Tim Eksternal PT Hyundai Motor Asia Pasifik dan PT Hyundai Manufacturing Indonesia Tri Wahono Brotosanjoyo mengatakan, agar kendaraan listrik semakin menarik minat pasar, maka perlu ada insentif khusus, salah satunya insentif tarif tol.

"Kami usul ke depan, sekiranya untuk tambahan insentif ke kami, salah satunya biaya tol. Karena saat dikalkulasi ini biaya tol hampir 3 kali dari biasa penge-charge-an mobil listrik setara Jakarta ke Surabaya," ujar Tri dalam IDX Channel Economic Outlook 2022, Jumat (17/12/2021).

Lebih lanjut, dia juga mengusulkan agar terdapat diskon tarif parkir dalam 1 hingga 2 tahun ke depan. Insentif ini diyakini bisa meningkatkan penjualan mobil listrik perusahaan, terutama mobil yang diproduksi di Cikarang.

Menurut Tri, harga mobil listrik linear dengan volume mobil di pasaran dan respon positif di masyarakat. Ke depan, pihaknya akan menyiapkan segmentasi konsumen medium dan low agar bisa menjangkau seluruh masyarakat. "Karena pastinya kami ingin harga mobil listrik ini semakin turun, dan kami akan terus mengembangkan produk kami sehingga tahun depan diharapkan tidak hanya segmen premium,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata di IDX Channel Economic Outlook 2022, juga mengatakan bahwa menargetkan operasional kendaraan listrik sebanyak 12.000 unit tahun ini. Kendaraan listrik ini terdiri dari roda dua dan roda empat.

"Sejauh ini, kami telah mengoperasikan lebih dari 8.500 kendaraan listrik, roda dua dan roda empat. Bahkan akhir tahun, kita harap bisa capai 12.000 kendaraan," ujar Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata di IDX Channel Economic Outlook 2022, Jumat (17/12/2021).

Peluang kendaraan listrik dinilai sangat besar karena menggunakan teknologi terbaru yang ramah lingkungan. Dengan penggunaan 8.500 kendaraan listrik ini, pihaknya telah mengurangi emisi CO2 sekitar 4.600 ons atau setara dengan penyerapan CO2 untuk sekitar 200.000 pohon dalam setahun.
"Oleh karenanya kami lihat dukungan dari pemerintah, PLN, Hyundai ini sangat luar biasa dan kita lihat pemerintah sangat fokus di sini," katanya.

Diketahui, PT PLN (Persero) siap meningkatkan infrastruktur mobil listrik dengan berbagai strategi yang telah dikembangkan. PLN juga memiliki cadangan daya yang cukup didalam sistem rata-rata 40 hingga 60%.

Selain itu, PLN juga akan menambah kerjasama dengan pihak ketiga melalui sharing economix value yang saat ini sudah berjalan dan akan diperbanyak lagi seperti perbankan, titik pos, dan lainnya. (Adv)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD