sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Pertalite Diprediksi Tembus Rp11.500 untuk Jaga Defisit APBN

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
26/03/2026 13:48 WIB
Harga pertalite berpotensi naik ke kisaran Rp11.500 per liter atau meningkat sekitar 10–15 persen dari harga saat ini Rp10.000 per liter.
Harga Pertalite Diprediksi Tembus Rp11.500 untuk Jaga Defisit APBN. (Foto: iNews Media Group)
Harga Pertalite Diprediksi Tembus Rp11.500 untuk Jaga Defisit APBN. (Foto: iNews Media Group)

Jika tren kenaikan harga minyak berlanjut, maka tambahan beban tersebut berpotensi memperbesar dan mempersempit ruang fiskal pemerintah. Dalam situasi ini, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit antara menambah utang atau menyesuaikan harga BBM.

"Kalau tidak disesuaikan, beban kompensasi ke Pertamina akan terus meningkat. Ini yang perlu dikendalikan," kata Fabby.

Ia menjelaskan, pertalite merupakan BBM bersubsidi langsung, harganya tetap diatur oleh pemerintah. Selisih antara harga keekonomian dan harga jual ditutup melalui mekanisme kompensasi kepada PT Pertamina (Persero). Ketika harga minyak dunia naik, nilai kompensasi pun ikut membesar.

Fabby menilai, penyesuaian harga tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan fiskal, tetapi juga untuk mengendalikan konsumsi BBM agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Disisi lain, ia mengingatkan pemerintah tetap perlu menyiapkan skema perlindungan bagi masyarakat rentan jika kebijakan kenaikan harga benar-benar diambil, guna meminimalkan dampak terhadap daya beli.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement