IDXChannel - Harga solar di Kamboja telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak pecahnya konflik di Timur Tengah.
Menurut Kementerian Perdagangan Kamboja, satu liter solar sekarang dihargai 8.100 riel atau sekitar Rp34 ribu.
Dilansir dari Xinhua pada Minggu (5/4/2026), harganya naik 110 persen dari 3.850 riel pada akhir Februari.
Sementara itu, harga bensin biasa sekarang mencapai 5.500 riel per liter, yang, peningkatan 42,8 persen dibandingkan akhir Februari.
Selain itu, harga gas petroleum cair (LPG) mencapai 3.900 riel per liter, naik 95 persen dari 2.000 riel pada akhir Februari.
Dalam upaya untuk mengurangi dampak kenaikan harga bahan bakar, pemerintah menurunkan bea masuk dan pajak impor produk bahan bakar pada 20 Maret.
Selain itu, pada 28 Maret, pemerintah memutuskan untuk menurunkan bea masuk impor kendaraan listrik (EV), kendaraan listrik hibrida plug-in penumpang (PHEV), kompor listrik, dan perangkat bertenaga surya.
Negara Asia Tenggara ini sepenuhnya bergantung pada impor minyak bumi karena cadangan minyak dasar lautnya belum dieksploitasi. (Wahyu Dwi Anggoro)