AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

HIPMI Dorong Kolaborasi Antara IPB dan Pengusaha Agrobisnis

ECONOMICS
Hafid Fuad/Koran Sindo
Selasa, 04 Mei 2021 19:14 WIB
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI mendorong sinergi antara akademisi IPB (Institut Pertanian Bogor) dan pelaku industri, khususnya sektor agrobisnis
agrobisnis

IDXChannel- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI mendorong sinergi antara akademisi IPB (Institut Pertanian Bogor) dan pelaku industri, khususnya dalam sektor agrobisnis

Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bagas Adhadirgha mendukung usaha percepatan hilirisasi hasil penelitian agar bisa diaplikasikan dalam ekosistem usaha riil. Tujuannya dengan pengembangan, pengkajian dan penerapan agar hasilnya bisa segera dimanfaatkan konsumen atau masyarakat. 

Sinergi sangat dibutuhkan dengan perusahaan-perusahaan yang berpotensi melakukan hilirisasi. Kampus seperti IPB bisa masuk lebih jauh ke hulu atau terlibat dalam kegiatan riset. SDM dari kampus bisa membantu kegiatan penelitian dan pengembangan demi memenuhi permintaan industri. "HIPMI mendukung kolaborasi industri dan perguruan tinggi sehingga menghasilkan pengusaha di bidang pertanian. Lalu menjadi enterpreneur yang sukses tangguh berdaya guna. Serta juga sesuai kapasitasnya. Ini juga mendukung arah Pemerintah yaitu hilirisasi hasil riset," ujar Bagas dalam webinar kolaborasi antara himpunan pengusaha dengan akademisi IPB di Jakarta (4/5/2021).

Sementara itu Rois S Naming CEO Batulicin Enam Sembilan Group mengatakan pihaknya kini siap melakukan ekspansi produksi udang vaname setelah sukses melakukan pengembangan prototipe. "Kami sudah berhasil panen 120 ton udang vaname sebagai prototipe dan kini akan kembangkan besar-besaran. Kami butuh tenaga ahli sehingga berkolaborasi dengan IPB yang paham tentang industri pertanian dan mengawal produksi kami di lapangan," ujar Rois dalam kesempatan sama. 

Lebih lanjut dia mengharapkan supervisi dari akademisi IPB agar tidak ada ketimpangan di lapangan. Sementara targetnya ingin membangun 10 kali lipat dari prototipe sebelumnya. "Usaha kami ingin terus berkelanjutan jadi kami butuh bibit unggulan vaname lalu masuk ke pembesaran. Berikutnya kami siapkan inovasi produk-produk udang. Jadi kami pasti akan butuh SDM ahli dalam jumlah besar dari IPB," terangnya.
Sebelumnya Rektor IPB Arif Satria mengatakan kolerasi antara inovasi, industri dengan perekonomian di suatu negara kini menjadi penting."Agar inovasi Indonesia tumbuh subur, perlu dilakukan kolaborasi dengan industri," kata Arif.

Menurutnya strategi pengembangan inovasi dan kerjasama industri yang dapat dilakukan dengan adanya sinergi program kerjasama penelitian dan pengembangan. Kerjasama itu dengan lembaga riset pemerintah, lembaga riset swasta, perguruan tinggi dan dunia usaha. (IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD