AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Ekspor Perdana HIPMI, Mendag Sebut Langkah Awal Menduniakan Produk RI

ECONOMICS
Fahmi Abidin
Sabtu, 10 April 2021 22:07 WIB
Upaya ekspor perdana komoditas makanan berbasis hasil pertanian yang dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke Australia disambut positif Mendag.
Ekspor Perdana HIPMI, Mendag Sebut Langkah Awal Menduniakan Produk RI. (Foto : Kemendag)

IDXChannel – Upaya ekspor perdana komoditas makanan berbasis hasil pertanian yang dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke Australia, pada Kamis (08/04/2021), di Jakarta, disambut apresiasi positif dari Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

“Kementerian Perdagangan mengapresiasi HIPMI yang berhasil mengekspor produk-produknya ke Australia. Ekspor perdana ini menjadi langkah awal HIPMI berkontribusi dalam menduniakan Indonesia sehingga ke mana pun kita pergi kita dapat menemui produk-produk Indonesia dengan mudah,” ujar Mendag yang menghadiri acara tersebut secara virtual.

Ia juga menambahkan, makanan dan minuman Indonesia akan menjadi produk primadona di mancanegara. Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan, pelepasan ekspor perdana produk makanan berbasis hasil pertanian yang dilakukan HIPMI ini merupakan langkah awal yang baik.

“Kementerian Perdagangan terus mendorong para pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM) untuk bisa menjangkau dan menjadi pemain global. Diharapkan ekspor akan terus berlanjut ke depan dengan jumlah pengusaha yang semakin meningkat, jumlah produk yang semakin banyak, serta negara tujuan ekspor yang semakin bertambah,” ujar Kasan.

Sekadar catatan, bahwa pelepasan ekspor perdana ke Australia ini, lanjut Kasan, juga merupakan langkah yang dikonkretkan dari pemanfaatan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Sejatinya, ditegaskan Kasan, Kemendag terus membuka akses pasar melalui perjanjian perdagangan internasional dengan negara mitra dagang. Dari 23 perjanjian perdagangan, ada 22 perjanjian perdagangan yang sudah diimplementasikan. Tentunya, pasar- pasar ekspor lainnya masih terbuka luas.

Hal ini merupakan upaya dalam mewujudkan salah satu mandat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Kemendag untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia melalui perjanjian perdagangan Indonesia.

Kasan menjelaskan ada tiga hal yang menjadi kunci dalam upaya meningkatkan ekspor, yaitu melalui pemberian dukungan, fasilitasi, dan kolaborasi. Dukungan pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait seperti Kemendag, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, dan lainnya diperlukan para pelaku usaha dalam memajukan usahanya.

“Dengan dukungan, fasilitasi, dan kolaborasi; maka UKM akan dapat semakin maju, bertambah jumlahnya, dan dapat meningkatkan kontribusinya terhadap ekonomi, khususnya ekspor nasional,” kata Kasan.

Total perdagangan Indonesia-Australia pada Januari 2021 tercatat sebesar USD749,92 juta atau meningkat 33,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Australia sebesar USD222,95 juta, sedangkan, impor Indonesia dari Australia sebesar USD526,96 juta. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD